Macron Sindir Trump yang Berubah-ubah Soal Perang Iran dan NATO
Macron Sindir Trump yang Berubah-ubah Soal Perang Iran

Sindiran Tajam Macron untuk Trump Soal Perubahan Sikap Terhadap Iran dan NATO

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan kritik pedas terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait sikapnya yang dianggap berubah-ubah dalam menangani konflik Iran dan aliansi NATO. Dalam kunjungannya ke Korea Selatan, Macron secara tegas menyatakan bahwa operasi militer untuk membebaskan Selat Hormuz bukanlah langkah yang realistis.

Pernyataan Trump yang Dianggap Tidak Konsisten

Macron dengan jelas menyesalkan pernyataan harian Trump yang berbeda-beda tentang perang Iran dan NATO. "Ada pihak yang menganjurkan pembebasan Selat Hormuz dengan kekerasan melalui operasi militer, posisi yang kadang-kadang diungkapkan oleh Amerika Serikat," ujar Macron. Ia menambahkan, "Saya katakan kadang-kadang karena hal itu bervariasi, itu bukanlah pilihan yang pernah kami pilih dan kami menganggapnya tidak realistis."

Menurut analisis Macron, operasi militer di kawasan tersebut akan memakan waktu lama dan memiliki risiko yang sangat tinggi. Ia menilai kapal-kapal yang melintas justru rentan terhadap ancaman dari pesisir, termasuk dari Garda Revolusi Iran yang memiliki kemampuan militer signifikan. Solusi terbaik, menurutnya, harus melibatkan Iran dengan mendorong gencatan senjata serta kembalinya jalur diplomasi. "Ini hanya bisa dilakukan bersama Iran," tegasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Selat Hormuz sebagai Jalur Vital dan Komentar Trump

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital distribusi minyak dunia. Konflik yang terjadi telah membuat jalur tersebut terganggu selama beberapa pekan dan berdampak pada kenaikan harga energi global. Di sisi lain, Donald Trump disebut menjadikan pembukaan kembali selat itu sebagai syarat gencatan senjata. Trump juga meminta negara-negara yang bergantung pada jalur tersebut untuk ikut menjaganya.

Dalam pernyataan sebelumnya, Trump bahkan menyebut negara-negara seperti Jepang, China, dan Korea Selatan seharusnya mengambil peran lebih besar. "Anda tahu, kita hanya memiliki 45.000 tentara yang berada dalam bahaya di sana, tepat di sebelah kekuatan nuklir. Biarkan Korea Selatan yang melakukannya," kata Trump, merujuk pada Korea Utara. "Biarkan Jepang yang melakukannya. Mereka mendapatkan 90 persen minyak mereka dari Selat itu. Biarkan China yang melakukannya. Biarkan mereka semua yang melakukannya. Untuk apa kita melakukan ini?" tambahnya.

Kekecewaan dan Sindiran Macron

Macron menyatakan kekecewaannya atas pernyataan Trump tentang konflik tersebut. Ia lantas menyindir ucapan Trump yang kerap berubah. "Anda harus serius. Jika Anda ingin serius, Anda tidak mengatakan hal yang berlawanan setiap hari dengan apa yang Anda katakan sehari sebelumnya. Dan mungkin Anda seharusnya tidak berbicara setiap hari," kata Macron dengan nada tegas.

Presiden Prancis itu juga mengatakan bahwa Trump—yang pada hari Rabu mengejek pernikahan dan aksen Macron—sedang merusak aliansi NATO. "Jika Anda menciptakan keraguan setiap hari tentang komitmen Anda, Anda akan mengikisnya," kata Macron, menambahkan bahwa ada "terlalu banyak pembicaraan... yang melenceng ke segala arah". Mengenai komentar tentang pernikahannya, Macron menyebutnya "tidak elegan dan tidak sesuai standar" serta "tidak layak mendapat tanggapan".

Dengan pernyataan ini, Macron menegaskan posisi Prancis yang lebih mengedepankan diplomasi dan konsistensi dalam menangani krisis internasional, sambil secara tidak langsung mengkritik pendekatan Trump yang dianggap tidak stabil dan berpotensi melemahkan kerja sama global.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga