Italia Hibahkan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi ke Indonesia, Ini Skema dan Tahapannya
Italia Hibahkan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi ke Indonesia

Italia Hibahkan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi ke Indonesia, Ini Skema dan Tahapannya

Diterbitkan: 18 Februari 2026, 15:28 WIB

Pemerintah Indonesia tengah bersiap menerima kehadiran kapal induk asal Italia, Giuseppe Garibaldi, yang dihibahkan dari negara tersebut. Proses ini masih berjalan dengan sejumlah tahapan administratif dan teknis yang perlu diselesaikan.

Jadwal Kedatangan Masih Dibahas

Menurut Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan (Karo Humas Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, jadwal kedatangan kapal induk ini bergantung pada kesiapan teknis kapal dan penyelesaian administrasi hibah. "Italia masih melakukan proses dismantling peralatan tertentu sebelum kapal dapat dikirim ke Indonesia," jelasnya kepada media pada Rabu (18/3/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Skema Hibah Tanpa Timbal Balik

Rico menegaskan bahwa hibah ini merupakan bagian dari kerja sama pertahanan bilateral antara Indonesia dan Italia. "Skemanya adalah hibah G2G (government-to-government), dan tidak ada skema feedback spesifik di luar mekanisme resmi yang berlaku," ungkapnya. Ini berarti Indonesia tidak perlu memberikan timbal balik khusus atas penerimaan kapal tersebut.

Persiapan Awak dan Penugasan

Kementerian Pertahanan bersama TNI telah menyiapkan program pembinaan bagi calon awak yang akan mengawaki kapal induk Giuseppe Garibaldi. "Pola penugasan dan kemungkinan keterlibatan matra lain masih dimatangkan oleh TNI AL sesuai kebutuhan operasi," tambah Rico. Persiapan ini mencakup pelatihan teknis dan operasional untuk memastikan kapal dapat berfungsi optimal.

Spesifikasi dan Sejarah Operasional Kapal

Kapal induk Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan dilengkapi dengan mesin penggerak super yang mampu mencapai kecepatan 30 knot atau 56 kilometer per jam. Beberapa fitur penting meliputi:

  • Radar jamming dan senjata seperti peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat.
  • Sistem propulsi Combined Gas And Gas (COGAG) dengan empat turbin gas LM2500, menghasilkan daya total sekitar 81.000 tenaga kuda.
  • Kapasitas untuk membawa 18 helikopter atau satu skuadron pesawat VSTOL.

Dioperasikan sejak tahun 1985, kapal ini memiliki sejarah panjang dalam misi militer, termasuk:

  1. Partisipasi dalam Perang Kosovo tahun 1999 untuk mengangkut pesawat tempur Harrier AV-8B II+.
  2. Keterlibatan dalam serangan ke Afghanistan bersama Amerika Serikat pada tahun 2001.
  3. Intervensi militer di Libya oleh NATO pada tahun 2011.

Kapal ini tidak hanya digunakan untuk peperangan anti kapal selam, tetapi juga untuk pengawasan wilayah, pengawalan konvoi, pengangkutan pasukan komando, dan dukungan logistik armada. Dengan jangkauan operasional lebih dari 7.000 mil laut pada kecepatan jelajah 20 knot, Giuseppe Garibaldi diharapkan dapat memperkuat kemampuan pertahanan laut Indonesia.

Proses hibah ini menandai peningkatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Italia, dengan fokus pada penguatan kapasitas maritim nasional. Pemerintah terus memantau perkembangan tahapan teknis dan administratif untuk memastikan kedatangan kapal berjalan lancar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga