Israel Serang Kantor Kepresidenan Iran, Teheran Balas Gempur Pangkalan AS
Israel Serang Kantor Kepresidenan Iran, Teheran Balas Gempur AS

Israel Gempur Kantor Kepresidenan Iran, Teheran Balas Serang Pangkalan AS

Konflik militer antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran terus meningkat intensitasnya. Militer Israel mengumumkan telah melancarkan serangan udara yang menargetkan kantor kepresidenan Iran serta gedung Dewan Keamanan Nasional di ibu kota Teheran. Serangan ini merupakan bagian dari kampanye berkelanjutan yang ditujukan untuk melemahkan rezim Islam di Iran.

Serangan Israel ke Jantung Teheran

Menurut pernyataan resmi dari militer Israel yang dikutip oleh kantor berita AFP pada Selasa (3/3/2026), Angkatan Udara Israel berhasil menyerang dan menghancurkan fasilitas penting di dalam kompleks kepemimpinan Iran yang terletak di pusat kota Teheran. Serangan dilaksanakan pada malam sebelumnya dengan menggunakan amunisi yang dijatuhkan secara presisi.

"Selama operasi tersebut, sejumlah amunisi berhasil mengenai kantor kepresidenan dan gedung Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran," tambah pernyataan itu. Langkah ini dinilai sebagai eskalasi signifikan dalam konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026.

Iran Lakukan Serangan Balasan Besar-besaran

Sementara itu, militer Iran tidak tinggal diam dan melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai negara Teluk. Serangan ini diklaim sebagai pembalasan atas agresi AS dan Israel yang dimulai pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat.

Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya pada Angkatan Bersenjata Iran, Kolonel Ebrahim Zolfaghari, dalam siaran pers yang dilaporkan oleh media lokal Press TV, mengungkapkan detail dari "Operasi Janji Sejati 4". Operasi ini bertujuan membalas serangan gabungan AS-Israel serta pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Target dan Klaim Kerusakan dari Iran

Dalam operasi balasan tersebut, pasukan Iran menargetkan sejumlah objek strategis milik AS, termasuk:

  • Kapal induk USS Abraham Lincoln yang diserang dengan empat rudal jelajah, diklaim hingga membuat kapal tersebut "kabur" ke perairan tenggara Samudra Hindia.
  • Pangkalan AS di Ali al-Salem, Kuwait, yang dinyatakan tidak dapat beroperasi dan struktur angkatan lautnya hancur.
  • Pangkalan Angkatan Laut AS di pelabuhan Salman, Bahrain, yang dihantam empat drone tempur hingga merusak parah bagian komando dan pendukungnya.
  • Dua rudal balistik yang diluncurkan ke pangkalan pasukan AS di Bahrain.
  • Pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk dan wilayah Kurdistan Irak yang dibombardir oleh jet tempur Angkatan Udara Iran.

Zolfaghari juga menyatakan bahwa setidaknya 560 tentara Amerika Serikat tewas atau terluka akibat serangan balasan Iran sejauh ini. Namun, angka ini belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak netral.

Respons dan Konfirmasi dari Amerika Serikat

Di sisi lain, Amerika Serikat baru mengonfirmasi kematian sedikitnya empat tentaranya akibat serangan Iran. Pernyataan ini menunjukkan perbedaan signifikan dalam laporan korban antara kedua belah pihak. Situasi ini memperumit upaya diplomasi dan meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Konflik yang melibatkan tiga kekuatan besar ini terus memantik kekhawatiran internasional akan potensi eskalasi lebih lanjut. Masyarakat global menanti perkembangan lebih lanjut sambil berharap adanya resolusi damai untuk mencegah korban jiwa yang lebih banyak.