Iran Siap Hadapi Invasi Darat AS, Ancaman Hiu di Teluk Persia Mengintai
Iran Siap Hadapi Invasi Darat AS, Ancaman Hiu Mengintai

Iran Siap Hadapi Potensi Invasi Darat AS dengan Ancaman Keras

Teheran - Militer Iran telah melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait potensi invasi darat yang direncanakan Washington. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Senin (30/3/2026), pihak militer Iran menegaskan bahwa setiap upaya invasi darat oleh AS akan berakhir dengan konsekuensi bencana yang fatal.

Ancaman Hiu di Teluk Persia

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia pada militer Iran, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari, secara terang-terangan menyatakan bahwa pasukan AS akan menjadi "makanan lezat bagi hiu-hiu di Teluk Persia" jika serangan darat dilancarkan. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap ancaman berulang dari Presiden AS Donald Trump mengenai operasi darat dan pendudukan pulau-pulau di kawasan tersebut.

Zolfaqari menambahkan bahwa ambisi Trump tersebut "tidak lebih dari mimpi belaka" dan bahwa pasukan Iran telah lama menunggu momen untuk menunjukkan bahwa agresi semacam itu hanya akan berujung pada penawanan yang memalukan, mutilasi, serta hilangnya para agresor.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Persiapan Militer dan Laporan Media

Peringatan ini muncul bersamaan dengan laporan dari media terkemuka AS, The Washington Post, yang mengungkapkan bahwa Pentagon sedang bersiap untuk potensi operasi darat di wilayah Iran. Operasi ini diperkirakan akan berlangsung selama beberapa minggu jika pengeboman gagal mencapai tujuan, dan masih menunggu keputusan akhir dari Trump.

Sebagai bagian dari persiapan, Pentagon telah memerintahkan pengerahan 10.000 tentara terlatih untuk operasi darat, dengan sekitar 3.500 tentara AS telah tiba di kawasan Timur Tengah, termasuk 2.200 Marinir AS. Pasukan tambahan lainnya dilaporkan masih dalam perjalanan.

Respons dan Penguatan Pertahanan Iran

Merespons pengerahan pasukan AS, Iran telah memperkuat posisi pertahanan di seluruh wilayahnya, terutama di sepanjang perbatasan barat daya dengan Irak—lokasi pangkalan militer AS—dan di wilayah tenggara dekat Selat Hormuz. Zolfaqari juga mengecam Trump sebagai "pembohong terbesar di antara presiden-presiden di dunia" dan "sama sekali tidak dapat diandalkan", menyebut bahwa Trump telah membawa pasukan AS ke dalam "rawa kematian".

Dengan situasi yang semakin memanas, militer Iran menyatakan bahwa mereka "sedang menghitung mundur momen" untuk pemusnahan pasukan AS jika serangan darat benar-benar terjadi, menegaskan kesiapan penuh untuk merespons dengan tegas setiap ancaman yang datang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga