Inggris Perkuat Kehadiran Militer di Norwegia untuk Menghadapi Ancaman Rusia di Kawasan Arktik
Pemerintah Inggris secara resmi mengumumkan rencana untuk menggandakan jumlah pasukan militernya yang ditempatkan di Norwegia. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman dari Rusia di kawasan Arktik dan Kutub Utara, yang dianggap sebagai tantangan keamanan terbesar sejak era Perang Dingin.
Penambahan Pasukan dan Misi NATO
Seperti dilaporkan oleh AFP, jumlah personel militer Inggris di Norwegia akan ditingkatkan dari sekitar 1.000 menjadi 2.000 orang dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Pasukan tambahan ini diharapkan memainkan peran krusial dalam misi terbaru aliansi NATO yang dikenal sebagai Arctic Sentry, yang bertujuan memperkuat pertahanan dan keamanan di wilayah Arktik.
Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, akan mengonfirmasi keterlibatan ini dalam kunjungannya ke situs militer Inggris di Norwegia. Dalam pernyataannya, Healey menegaskan bahwa "tuntutan terhadap pertahanan meningkat, dan Rusia menimbulkan ancaman terbesar bagi keamanan Arktik dan Kutub Utara yang pernah kita lihat sejak Perang Dingin."
Latar Belakang dan Konteks Strategis
Keputusan Inggris ini muncul di tengah upaya Amerika Serikat untuk melepaskan dua pos komando regional teratas NATO, mendorong sekutu-sekutunya agar mengambil tanggung jawab lebih besar dalam pertahanan aliansi. Diplomat telah mengonfirmasi bahwa Washington akan menyerahkan kepemimpinan Komando Norfolk, yang berfokus pada wilayah utara NATO, kepada Inggris.
Negara-negara anggota NATO di Eropa telah berupaya keras meningkatkan pertahanan di kawasan tersebut, terutama setelah Presiden AS Donald Trump menggunakan ancaman dari Rusia dan China untuk membenarkan ambisinya merebut Greenland dari Denmark. Situasi ini mendorong aliansi untuk memperkuat posisi strategisnya.
Kerja Sama Pertahanan Inggris-Norwegia
Pada Desember lalu, Inggris dan Norwegia menandatangani pakta pertahanan baru yang memungkinkan Angkatan Laut kedua negara bekerja sama mengoperasikan armada kapal perang. Tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk "memburu kapal selam Rusia" di perairan Atlantik Utara dan melindungi infrastruktur bawah laut vital, seperti kabel komunikasi, yang semakin terancam oleh aktivitas Moskow.
Selain itu, Oslo mengumumkan pembelian setidaknya lima kapal fregat Tipe-26 dari Inggris senilai 10 miliar Poundsterling pada tahun lalu. Pada 2023, Inggris juga telah membuka pangkalan militer baru bernama Camp Viking di ujung utara Norwegia, yang berfungsi sebagai pusat operasi Marinir Inggris di kawasan tersebut.
Implikasi untuk Keamanan Regional
Peningkatan kehadiran militer Inggris di Norwegia diharapkan dapat memperkuat keamanan kawasan Arktik dan Kutub Utara terhadap ancaman Rusia. Langkah ini mencerminkan komitmen NATO untuk menjaga stabilitas dan pertahanan kolektif di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat.
Dengan penambahan pasukan dan kerja sama pertahanan yang lebih erat, Inggris dan Norwegia berupaya menciptakan deterensi yang efektif terhadap potensi agresi dari Rusia, sekaligus memastikan perlindungan atas aset-aset strategis di wilayah yang semakin penting secara global ini.