Golkar Minta Kemenhub Evaluasi Operasional Taksi Hijau Usai Kecelakaan Kereta
Golkar Minta Evaluasi Taksi Hijau Buntut Kecelakaan Kereta

Kapoksi Golkar Komisi V DPR sekaligus Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Daniel Mutaqien, mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh pasca kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Evaluasi tersebut harus mencakup aspek teknis hingga faktor eksternal yang diduga memicu insiden tersebut.

Evaluasi Menyeluruh Diperlukan

Dalam keterangannya pada Kamis (30/4/2026), Daniel menyatakan bahwa Kemenhub didorong untuk mengambil langkah cepat dan komprehensif. Evaluasi tidak hanya terbatas pada aspek teknis perkeretaapian, tetapi juga terhadap pihak eksternal yang diduga menjadi pemicu awal insiden.

Salah satu fokus utama adalah operasional taksi hijau dari Green SM Indonesia yang berada di lokasi kejadian. Daniel menekankan pentingnya evaluasi terhadap armada tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Keluhan Masyarakat Terkait Taksi Hijau

Daniel mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah keluhan masyarakat terkait operasional taksi hijau. Keluhan tersebut terutama berkaitan dengan perilaku berkendara yang dinilai kurang memperhatikan aspek keselamatan. Dalam berbagai laporan, armada taksi tersebut sering kali berkendara secara agresif di jalan raya.

Oleh karena itu, diperlukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran standar operasional yang berkontribusi terhadap kejadian ini. Selain itu, Daniel juga menyoroti fakta bahwa kendaraan bisa berhenti di perlintasan rel yang seharusnya steril. Hal ini menunjukkan perlunya evaluasi pengawasan di lapangan.

Dorongan Evaluasi Perizinan dan Standar Keselamatan

Daniel mendorong Kemenhub untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek perizinan operasional Green SM, termasuk kelayakan armada, standar keselamatan pengemudi, serta kepatuhan terhadap regulasi transportasi yang berlaku. Evaluasi ini dinilai penting untuk memastikan seluruh operator transportasi publik benar-benar memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan.

Daniel menegaskan bahwa audit dan investigasi harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan kebijakan ke depan, baik dalam pengawasan transportasi jalan maupun integrasinya dengan sistem perkeretaapian, sehingga keselamatan publik dapat terjaga dan kepercayaan masyarakat dapat dipulihkan.

Kronologi Kecelakaan

Sebagaimana diketahui, KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Peristiwa tersebut menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya terluka. Saat kecelakaan, taksi Green SM sempat terhenti di tengah rel kereta api yang tidak jauh dari Stasiun Bekasi Timur akibat masalah korsleting. Taksi tersebut kemudian tertemper KRL yang melaju dari Cikarang ke arah Jakarta. KRL yang terlibat kecelakaan dengan taksi itu kemudian terhenti di tengah rel. Di sisi lain, terdapat KRL arah Cikarang yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur imbas insiden antara KRL arah Jakarta dan taksi Green SM. KRL yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur inilah yang kemudian ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga