Pesawat B-2 AS Hujani Bunker Rudal Iran dengan Puluhan Bom Penetrator Berat
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) secara resmi mengumumkan bahwa sejumlah pesawat pengebom siluman B-2 milik Amerika Serikat telah dikerahkan untuk melaksanakan misi pengeboman intensif terhadap fasilitas militer Iran. Pesawat-pesawat canggih tersebut menjatuhkan puluhan bom penetrator dengan berat masing-masing mencapai 2.000 pon, yang secara khusus menargetkan peluncur-peluncur rudal balistik Iran yang terkubur dalam di fasilitas bawah tanah.
Serangan Skala Besar dalam Rentang 72 Jam
Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, dalam konferensi pers di markas besar di Tampa, Florida, mengungkapkan bahwa pasukan pengebom Amerika Serikat telah melancarkan serangan terhadap hampir 200 target di berbagai wilayah Iran selama 72 jam terakhir. Operasi militer ini mencakup sejumlah lokasi strategis di sekitar ibu kota Teheran, menunjukkan intensitas dan jangkauan serangan yang luar biasa.
"Dalam 72 jam terakhir saja, pasukan pengebom Amerika telah menyerang hampir 200 target jauh di dalam wilayah Iran, termasuk di sekitar Teheran," tegas Cooper seperti dilansir dari Anadolu Agency. Lebih lanjut, ia menambahkan, "Dan hanya dalam satu jam terakhir, sejumlah pesawat pengebom B-2 AS menjatuhkan puluhan bom penetrator seberat 2.000 pon yang menargetkan peluncur-peluncur rudal balistik yang terkubur dalam-dalam."
Perluasan Target dan Dampak Operasi Militer
Cooper juga mengonfirmasi bahwa militer Amerika Serikat turut menyerang Komando Antariksa Iran, sebuah langkah yang diklaim mampu mengurangi kemampuan ancaman Iran terhadap Amerika. Meskipun demikian, detail lebih lanjut mengenai fasilitas Komando Antariksa yang diserang tidak dijelaskan secara spesifik.
Di sektor maritim, operasi militer Amerika Serikat terhadap Angkatan Laut Iran dilaporkan mengalami peningkatan signifikan. Lebih dari 30 kapal perang Iran telah ditenggelamkan, dan sebuah kapal induk pengangkut drone milik Iran terbakar hebat akibat serangan pasukan Amerika Serikat. Situasi ini memperlihatkan eskalasi konflik yang meluas ke berbagai aspek pertahanan Iran.
Penurunan Serangan Balasan dan Konteks Ketegangan Regional
Menurut pernyataan Cooper, serangan pembalasan yang dilancarkan Iran mengalami penurunan yang cukup drastis sejak Amerika Serikat dan Israel memulai serangan skala besar pada Sabtu (28/2) waktu setempat. "Dibandingkan kondisi kita di awal, serangan rudal balistik telah berkurang 90 persen sejak hari pertama. Serangan drone telah berkurang 83 persen sejak hari pertama. Meskipun demikian, kita tetap waspada," ujar Cooper.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah sendiri semakin memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran, yang dimulai sejak Sabtu (28/2) dan terus berlanjut hingga saat ini. Dalam beberapa hari terakhir, pasukan kedua negara sekutu tersebut telah menyerang berbagai target di Iran, termasuk rudal, angkatan laut, serta lokasi komando dan kendali militer.
Rentetan serangan ini dilaporkan telah menewaskan sejumlah tokoh penting dan pejabat tinggi Teheran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai balasan, Iran membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di negara-negara Teluk. Sedikitnya enam tentara Amerika Serikat tewas akibat serangan drone Iran yang menghantam pangkalan mereka di Kuwait, menambah daftar korban dalam konflik yang semakin meluas ini.
