Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa AS telah menyerang tujuh kapal cepat Iran di Selat Hormuz. Serangan ini merupakan bagian dari 'Project Freedom', sebuah operasi untuk memandu kapal-kapal yang terdampar keluar dari Teluk melalui Selat Hormuz. Trump menyatakan, "Kami telah menembak tujuh kapal kecil atau, seperti yang mereka sebut, 'kapal cepat'. Itu saja yang mereka miliki."
Detail Serangan dan Tanggapan Iran
Militer AS menggunakan helikopter dalam serangan tersebut. Media pemerintah Iran membantah pengumuman Trump, dengan mengutip sumber militer yang melaporkan bahwa dua kapal kargo kecil terkena serangan, menewaskan lima warga sipil. Sebelumnya, Trump mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai mengawal kapal-kapal yang terdampar di Teluk untuk keluar melalui Selat Hormuz pada Senin, 4 Mei. Kapal-kapal itu terdampar sejak Iran memblokir jalur tersebut pada awal konflik di bulan Februari.
Kapal Berhasil Keluar
Perusahaan pelayaran Maersk melaporkan bahwa kapal berbendera AS, Alliance Fairfax, yang terdampar sejak akhir Februari, berhasil keluar dari Selat Hormuz. Maersk menyatakan bahwa pihaknya dihubungi oleh AS yang menawarkan perlindungan militer. Kapal tersebut keluar dari Teluk Persia ditemani aset militer AS tanpa insiden, dan semua awak selamat.
Ancaman terhadap Kapal Lain
Tidak semua kapal aman. Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab melaporkan sebuah kapal tanker milik Adnoc terkena serangan di Selat Hormuz. Korea Selatan juga melaporkan ledakan di salah satu kapalnya yang berlabuh di dekat UEA. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa peristiwa ini menunjukkan tidak ada solusi militer untuk krisis politik, dan menyebut 'Project Freedom' sebagai 'Project Kebuntuan'. Militer Iran mengancam akan menyerang pasukan AS jika mereka memasuki Selat Hormuz.
Operasi AS dan Dampak Global
Operasi AS melibatkan 15.000 personel, kapal perusak bersenjata rudal, dan lebih dari 100 pesawat. Trump menyatakan bahwa banyak negara meminta bantuan AS untuk membebaskan kapal-kapal yang ia sebut sebagai pihak netral yang tidak bersalah. Blokade Iran telah menyebabkan kenaikan harga bahan bakar global karena sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair dunia biasanya melewati Selat Hormuz.
Nasib Pelaut dan Reaksi Iran
Sekitar 20.000 pelaut terjebak di Teluk sejak perang dimulai, dengan pasokan logistik yang menipis. United Kingdom Maritime Transportation Operation melaporkan sebuah tanker terkena proyektil tak dikenal, namun awak selamat. Kepala komando pusat Iran menyatakan akan menyerang setiap kekuatan bersenjata asing yang mencoba mendekati selat tersebut, terutama tentara AS. Mayor Jenderal Ali Abdollahi menegaskan bahwa selat itu berada di bawah kendali Iran dan pelayaran harus dikoordinasikan dengan Iran.
Gencatan Senjata dan Rencana Perdamaian
Operasi 'Project Freedom' dilakukan saat kedua negara berada di bawah gencatan senjata sementara yang dimulai pada 8 April, dan sedang berupaya mencapai kesepakatan perdamaian permanen. Anggota parlemen senior Iran, Ebrahim Azizi, memperingatkan bahwa campur tangan AS akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata. Iran sebelumnya menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan memblokade pelabuhannya.
Media Iran melaporkan bahwa Teheran telah menerima tanggapan AS terkait 14 butir rencana perdamaian. Rencana tersebut berisi permintaan agar Washington menarik pasukannya dari dekat perbatasan Iran, mengakhiri blokade laut, dan menghentikan semua permusuhan, termasuk ofensif Israel di Lebanon. Kesepakatan harus dicapai dalam waktu 30 hari. Juru bicara kementerian luar negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa tidak ada perundingan nuklir pada tahap ini, meskipun AS menuntut hal tersebut.
Trump mengonfirmasi bahwa Washington telah menerima proposal perdamaian Iran, namun menyatakan keraguan karena Iran belum membayar harga yang cukup atas tindakan mereka selama 47 tahun terakhir. Ia mengatakan akan meninjau rencana tersebut. Ketika ditanya tentang kemungkinan dimulainya kembali serangan militer, Trump mengatakan itu mungkin terjadi jika Iran berperilaku buruk.



