Arab Saudi Hancurkan 6 Rudal Jelajah dan Drone dalam Serangan Iran Terbaru
Riyadh - Arab Saudi mengumumkan bahwa sistem pertahanan udaranya telah berhasil mencegat dan menghancurkan sejumlah rudal jelajah serta drone yang terdeteksi memasuki wilayah udaranya pada Kamis (5/3) waktu setempat. Wilayah Saudi telah dilanda rentetan serangan rudal dan drone sejak perang berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran pada akhir pekan lalu.
Detail Intervensi Pertahanan Udara
Juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, dalam pengumuman terbarunya yang dilansir oleh Al Arabiya, Kamis (5/3/2026), menyatakan bahwa tiga rudal jelajah telah dicegat dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara di luar kota al-Kharj pada hari yang sama. Pertahanan udara Saudi juga mencegat tiga drone tempur yang terdeteksi mengudara di sebelah timur area al-Kharj.
Dalam pernyataannya, Al-Maliki menambahkan bahwa sebuah drone lainnya telah dicegat dan dihancurkan di area sebelah timur al-Jouf, yang terletak di Saudi bagian utara. Rentetan rudal dan drone ini menghujani wilayah Saudi dalam beberapa hari terakhir, menandai eskalasi ketegangan yang signifikan.
Konteks Serangan dan Balasan
Serangan ini terjadi sebagai bagian dari konflik regional yang melibatkan AS, Israel, dan Iran. AS dan Israel telah melancarkan serangan terkoordinasi terhadap berbagai wilayah Iran sejak Sabtu (28/2), yang sejauh ini menewaskan ratusan orang, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei. Teheran membalas dengan menyerang target-target di Israel dan di negara-negara Teluk yang menampung pasukan AS, termasuk Arab Saudi.
Pada hari sebelumnya, Rabu (4/3), Saudi melaporkan bahwa dua rudal jelajah dihancurkan di Provinsi al-Kharj dan satu drone lainnya dihancurkan di Provinsi Timur. Sedikitnya sembilan drone juga dihancurkan di hari yang sama setelah terdeteksi memasuki wilayah udara Saudi. Pada Selasa (3/3), Saudi mengumumkan pasukannya berhasil mencegat dan menghancurkan delapan drone yang menargetkan Riyadh dan Al-Kharj.
Serangan terhadap Kedutaan Besar AS
Serangan Iran terhadap target-target di Saudi itu juga melibatkan serangan drone secara langsung terhadap Kedutaan Besar AS di Riyadh. Meskipun serangan drone itu mampu dicegat, insiden tersebut sempat memicu "kebakaran terbatas dan kerusakan material kecil" di kompleks Kedutaan Besar AS. Pemerintah Arab Saudi telah memperingatkan bahwa pihaknya memiliki "hak penuh" untuk merespons serangan-serangan Iran yang menargetkan ibu kota Riyadh dan wilayah-wilayah lainnya di negara tersebut.
Saudi menyebut rentetan serangan Iran itu sebagai serangan "terang-terangan dan pengecut", menegaskan komitmennya untuk melindungi kedaulatan wilayahnya. Situasi ini terus dipantau dengan cermat oleh komunitas internasional, mengingat potensi dampaknya yang luas terhadap stabilitas regional.
