Wamendagri Soroti Pentingnya Sinkronisasi RPJMD Papua dengan RPJMN Nasional
Wamendagri: RPJMD Papua Harus Selaras dengan RPJMN

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menekankan pentingnya sinkronisasi antara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Hal ini dinilai krusial untuk memastikan arah pembangunan di daerah berjalan selaras dengan prioritas pembangunan nasional.

Musrenbang sebagai Momentum Strategis

Ribka menyampaikan hal tersebut dalam keterangan tertulis pada Kamis (5/3/2026), di sela kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Provinsi Papua di Hotel Suni Abepura, Kabupaten Jayapura, Papua. Ia menjelaskan bahwa setiap kepala daerah yang terpilih melalui pemilihan kepala daerah (Pilkada) membawa visi dan misi pembangunan daerah, yang kemudian dituangkan dalam dokumen RPJMD sebagai pedoman selama lima tahun masa jabatan.

"Kegiatan Musrenbang hari ini menjadi momentum yang sangat strategis untuk membicarakan RPJMD daerah 2025-2029. Visi dan misi gubernur hasil Pilkada kemudian disinkronkan dengan RPJMN nasional, sehingga kita bisa melihat apakah kebijakan tersebut sudah selaras atau belum," ujar Ribka.

Sinergi Antarkementerian dan Lembaga

Ribka juga menyoroti pentingnya sinergi antarkementerian dan lembaga dalam mendukung proses perencanaan pembangunan daerah. Menurutnya, koordinasi yang baik diperlukan untuk memastikan pelaksanaan Musrenbang di daerah dapat berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah pusat.

"Saya berharap kementerian dan lembaga terkait dapat hadir dalam Musrenbang di daerah, khususnya pada Musrenbang tingkat provinsi. Saya hadir mewakili Menteri Dalam Negeri, namun masih ada kementerian/lembaga yang belum hadir. Kehadiran tersebut penting agar kementerian/lembaga dapat langsung memonitor serta melihat berbagai kendala di lapangan, sehingga bersama-sama kita dapat mengawal dan mendukung pembangunan di daerah," tegasnya.

Tantangan Pembangunan di Papua

Lebih lanjut, Ribka menuturkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan yang perlu segera diatasi. Tantangan tersebut meliputi:

  • Tingginya angka kemiskinan dan pengangguran
  • Rendahnya kapasitas fiskal daerah
  • Pertumbuhan ekonomi yang masih terbatas

Karena itu, pemerintah daerah (Pemda) setempat perlu melakukan transformasi dan percepatan pembangunan di berbagai sektor strategis. "Saya pesan kepada gubernur, wakil gubernur, dan semua bupati untuk segera melakukan transformasi dalam beberapa tantangan ini, atau melakukan pertumbuhan perbaikan," ujarnya.

Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia

Selain itu, Ribka juga menyoroti pentingnya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Papua melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Menurutnya, ketiga sektor tersebut saling berkaitan dan menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Jadi IPM-nya ini harus diperbaiki, dan dengan kontribusi dari masalah pendidikan, kesehatan, kalau pendidikannya sudah bagus, kesehatan sudah bagus, ekonominya sudah bagus, IPM-nya pasti akan lebih baik juga seperti itu," jelasnya.

Papua sebagai Parameter Pembangunan

Menurut Ribka, Provinsi Papua memiliki peran penting sebagai parameter pembangunan bagi daerah otonomi baru (DOB) di wilayah Papua. Karena itu, meskipun menghadapi berbagai keterbatasan, Pemda tetap harus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

"Provinsi Papua ini menjadi provinsi yang menjadi parameter, menjadi ukuran bagi daerah DOB yang lain. Dengan semua keterbatasan, dia (Pemda) harus tetap melakukan pelayanan terhadap masyarakat," tandasnya.

Dengan demikian, sinkronisasi RPJMD dengan RPJMN, sinergi antarkementerian, dan penanganan tantangan pembangunan menjadi fokus utama dalam upaya mempercepat pembangunan di Papua, sesuai dengan arahan Wamendagri Ribka Haluk.