Uya Kuya Kembali Dihantam Hoaks 750 Dapur MBG, Ingatkan Trauma Rumah Dijarah
Uya Kuya Kembali Dihantam Hoaks 750 Dapur MBG

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia sekaligus pembawa acara ternama, Surya Utama atau yang akrab disapa Uya Kuya, kembali menyuarakan kekecewaan dan keprihatinannya atas maraknya penyebaran berita bohong atau hoaks yang menyerang dirinya. Kali ini, isu yang beredar adalah klaim palsu bahwa Uya Kuya memiliki 750 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Trauma Rumah Dijarah Kembali Terangkat

Dalam pernyataannya yang dikirimkan kepada media pada Senin, 20 April 2026, Uya Kuya mengungkapkan rasa tak habis pikirnya dengan kabar hoaks tersebut. Ia menyebut bahwa isu ini mengingatkannya pada insiden traumatis di masa lalu, di mana rumah pribadinya menjadi korban penjarahan setelah beredarnya video hoaks yang dimanipulasi dari konten lamanya.

"Mereka mau apa lagi dari saya? Udah kemarin rumah dan keluarga saya dikorbankan dengan menggunakan video hoaks dari video-video lama saya yang ditambahkan tulisan-tulisan seolah-olah saya," tulis Uya Kuya dengan nada frustrasi. Pernyataan ini menggambarkan betapa dalamnya luka yang ditinggalkan oleh aksi tidak bertanggung jawab tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kondisi Rumah yang Belum Pulih

Lebih lanjut, Uya Kuya mengungkapkan bahwa rumah miliknya yang sempat dijarah akibat hoaks sebelumnya, hingga saat ini masih dalam proses perbaikan dan belum sepenuhnya pulih. Ironisnya, di tengah upaya pemulihan tersebut, ia kembali harus menghadapi gelombang kabar hoaks baru seputar kepemilikan 750 dapur MBG.

Kejadian ini menyoroti betapa rentannya figur publik terhadap serangan informasi palsu, yang tidak hanya merugikan secara reputasi tetapi juga berdampak fisik dan psikologis. Uya Kuya menegaskan bahwa klaim kepemilikan dapur MBG tersebut sama sekali tidak berdasar dan merupakan bagian dari upaya untuk mencemarkan namanya.

Sebagai anggota DPR, Uya Kuya juga mengimbau masyarakat untuk lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang berseliweran di media sosial. Ia berharap insiden ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum tentu kebenarannya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga