Susi Pudjiastuti Minta Jokowi Hentikan Ujaran Kebencian, Ferdinand Hutahaean Sentil
Susi Minta Jokowi Hentikan Ujaran Kebencian, Ferdinand Sentil

Susi Pudjiastuti Minta Jokowi Turun Tangan Hentikan Ujaran Kebencian yang Marak

Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti secara terbuka meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk turut serta menghentikan gelombang ujaran kebencian yang sedang marak terjadi di ruang publik. Permintaan ini disampaikan Susi melalui platform media sosial, menyerukan agar pemimpin tertinggi negara ikut mengambil peran aktif dalam meredam narasi negatif yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Ferdinand Hutahaean Sentil Susi untuk Hormati Jokowi

Permintaan Susi tidak luput dari perhatian mantan kader Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Ferdinand lantas menyentil Susi Pudjiastuti agar lebih menghormati posisi dan otoritas Presiden Jokowi. Dalam responsnya, Ferdinand menegaskan bahwa sebagai mantan pejabat, Susi seharusnya memberikan contoh sikap yang patut terhadap kepala negara, terutama dalam menyampaikan kritik atau permintaan.

Debat Sengit Terjadi di Kolom Reply Twitter Jokowi

Percakapan panas antara Susi Pudjiastuti dan Ferdinand Hutahaean ini terjadi di kolom reply akun Twitter resmi Presiden Jokowi, menjadikannya sorotan publik. Susi justru membalas dengan pertanyaan balik kepada Ferdinand, menanyakan apa sebenarnya masalah yang dimiliki olehnya terkait permintaan tersebut. Interaksi ini memicu perdebatan sengit di antara pengguna Twitter lainnya, dengan banyak yang ikut memberikan pendapat dan dukungan kepada salah satu pihak.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pertanyaan publik pun mengemuka: Menurut Anda, siapa yang lebih layak didukung dalam perdebatan ini? Apakah permintaan Susi untuk menghentikan ujaran kebencian adalah langkah yang tepat, ataukah sentilan Ferdinand tentang penghormatan kepada presiden lebih relevan? Berikan dukunganmu pada kolom komentar di bawah ini.

Peristiwa ini mengingatkan pada momen sebelumnya ketika Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto menyerahkan Ferdinand Hutahaean ke Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi, yang sempat menjadi bahan perbincangan hangat. Dinamika politik seperti ini menunjukkan betapa media sosial telah menjadi arena pertarungan narasi yang intens, di mana setiap pernyataan dapat dengan cepat memicu reaksi berantai dari berbagai kalangan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga