Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, pada Senin (1/6/2026) berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah mantan presiden dan wakil presiden. Namun, dua mantan presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi), tampak tidak hadir dalam acara tersebut.
Kehadiran Para Mantan Pemimpin
Dari pantauan langsung, upacara yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto ini dihadiri oleh Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin. Istri dari Wakil Presiden ke-9 Hamzah Haz, Soraya, juga terlihat hadir. Presiden Prabowo tiba di mimbar upacara pada pukul 09.56 WIB, berjalan beriringan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri.
Alasan Ketidakhadiran SBY dan Jokowi
Menurut informasi yang diperoleh, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono tengah berada di Bandung untuk menghadiri serangkaian acara hingga hari Senin, sehingga tidak dapat menghadiri upacara di Jakarta. Sementara itu, tidak ada keterangan resmi mengenai alasan ketidakhadiran Presiden ke-7 Joko Widodo.
Amanat Presiden Prabowo
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyapa para mantan presiden dan wakil presiden yang hadir. Ia menegaskan bahwa Pancasila lahir dari pengalaman, budaya, dan cita-cita bangsa Indonesia untuk hidup dalam satu kesatuan. Pancasila merupakan pegangan kokoh bagi bangsa dan pedoman dalam kehidupan bernegara, termasuk dalam perekonomian nasional. Presiden Prabowo menekankan bahwa perekonomian Indonesia harus berdasarkan Pancasila yang berpihak kepada rakyat, dan kekayaan Indonesia harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat.
Rangkaian Acara dan Tema
Selain upacara, rangkaian kegiatan juga mencakup pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Hari Lahir Pancasila 2026 mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Tema ini menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan bangsa tidak cukup hanya melalui slogan, melainkan harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk saat bermedia sosial.
Kehadiran para mantan pemimpin dan tokoh nasional dalam upacara ini menunjukkan komitmen bersama untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.



