Presiden Partai Buruh Said Iqbal angkat bicara mengenai pernyataan Sekretaris Jenderal Partai Buruh Ferri Nuzarli yang mengklaim dirinya bersama 1,3 juta anggota dan pengurus Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) keluar dari partai. Said enggan berkomentar banyak terkait klaim tersebut.
"Terhadap klaim sahabat saya tersebut, saya tidak ada komentar, apalagi terkait anggota 1,3 juta tersebut," kata Said kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (27/6) malam.
Dinamika Internal Partai
Said menegaskan bahwa pengunduran diri kader merupakan hal yang lumrah dalam dinamika partai dan tidak memengaruhi soliditas Partai Buruh. Ia menekankan bahwa partainya tetap berjalan sesuai rencana.
"Partai Buruh tetap akan melantik pengurus pleno tingkat pusat serta pengurus di 38 provinsi dan 493 kabupaten/kota pada Senin (29/6)," ujar Said. Ia juga memastikan bahwa kursi sekretaris jenderal akan diisi oleh kader internal partai. "Dari internal partai buruh (sekjennya)," tegasnya.
Keputusan Mundur Ferri Nuzarli
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Buruh Ferri Nuzarli mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan sekaligus keluar dari Partai Buruh. Bersamaan dengan itu, sekitar 1,3 juta anggota dan pengurus ORI juga menyatakan mundur dari partai tersebut.
Ferri menjelaskan bahwa keputusan itu diambil mulai Jumat (26/6) setelah ORI menilai terdapat perbedaan pandangan, sikap, dan arah perjuangan dengan Partai Buruh. "Keputusan ini bukan hal yang mudah. Namun setelah berbagai pertimbangan dan evaluasi, kami melihat sudah ada perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar," kata Ferri dalam konferensi pers, Jumat (26/6).
ORI sebagai Sayap Politik KSPSI
Ferri menerangkan bahwa ORI merupakan sayap politik Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang dipimpin Andi Gani Nena Wea. Organisasi ini menjadi salah satu dari 11 organisasi inisiator pendirian Partai Buruh pada Kongres I Oktober 2021.
Menurut Ferri, seluruh anggota ORI yang berjumlah sekitar 1,3 juta orang memutuskan keluar dari Partai Buruh secara kolektif. "Dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, ORI yang beranggotakan sekitar 1,3 juta orang memutuskan mulai Jumat mengundurkan diri," ujarnya.
Prosedur Administratif Pengunduran Diri
Ferri menegaskan bahwa pengunduran diri dilakukan secara baik-baik dan tetap menjaga hubungan dengan Partai Buruh. Ia juga menginstruksikan seluruh kader ORI dan KSPSI Andi Gani yang masih menduduki jabatan struktural di Partai Buruh, mulai tingkat pusat hingga kecamatan, untuk segera menyampaikan surat pengunduran diri secara administratif.
"Hari ini kami instruksikan seluruh jajaran ORI dan KSPSI Andi Gani yang menjadi pengurus Partai Buruh untuk segera membuat surat pengunduran diri sebagai syarat administrasi," katanya.
Pengurus yang mengikuti langkah tersebut tersebar di sejumlah daerah, antara lain Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.
Dampak terhadap Partai Buruh
Ferri mengklaim bahwa ORI bersama KSPSI Andi Gani merupakan organisasi inisiator terbesar di Partai Buruh, sehingga pengunduran diri tersebut akan berdampak signifikan terhadap partai. "Kalau ditanya berapa persen pengaruhnya, ya otomatis separuhnya," ucap Ferri.
Ia menambahkan bahwa persoalan internal sebenarnya telah lama diupayakan untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, berdasarkan evaluasi dan masukan dari pengurus di daerah, ORI memutuskan mengakhiri kerja sama politik dengan Partai Buruh. "Masalah internal sebenarnya sudah lama kami coba selesaikan secara kekeluargaan, tetapi persoalannya terus bertambah hingga akhirnya, berdasarkan evaluasi dan masukan dari seluruh daerah, kami memutuskan cukup sampai di sini," jelas Ferri.



