Relawan Gibran ke Solo, Ungkap Pesan Jokowi soal Desakan MBG Disetop
Relawan Militan Gibran Nusantara (MGN) menanggapi aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah dalam beberapa hari terakhir. Aksi unjuk rasa tersebut menuntut Pemerintah Prabowo Subianto menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Umum MGN, Andi Azwan, mengaku sempat membicarakan tuntutan tersebut dengan Presiden Ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi), saat berkunjung ke kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah, pada Senin (15/6).
“Ya, kita ada diskusi tentang itu,” kata Andi usai menemui Jokowi. Andi menyebut Jokowi meminta relawan mendukung penuh program-program Pemerintah Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
“Bapak Jokowi berpesan kepada kami untuk terus membantu mensukseskan program-program, baik dari Pemerintah Prabowo-Gibran, MBG dan program-program yang lain,” ujar Andi.
Menurut Andi, saat ini banyak narasi negatif tentang program Pemerintah Prabowo-Gibran yang beredar di masyarakat. Jokowi meminta para relawan untuk meluruskan kabar-kabar miring tersebut.
“Beliau berpesan kepada kita untuk melawan hoaks, narasi-narasi sesat yang dibangun pihak-pihak yang tidak menyukai program-program pemerintah yang menyentuh masyarakat langsung,” kata dia.
Andi mengakui perlunya evaluasi menyeluruh terhadap program MBG. Ia tidak menampik bahwa selama ini pengelolaan MBG kurang transparan sehingga membuka celah-celah korupsi.
“Ya, itulah yang mestinya perlu untuk dievaluasi,” ujarnya.
Namun, ia dengan tegas menyatakan relawan MGN tidak setuju jika program MBG dihentikan. Apalagi program tersebut sudah melibatkan banyak pihak dari berbagai lapisan masyarakat.
“Menghentikan MBG harus banyak kajian-kajiannya, tidak hanya semerta-merta,” kata dia.
Selain itu, Pemerintah sendiri sedang mengevaluasi Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pelaksana MBG. Tak hanya itu, pemerintah juga tengah menata ulang pelaksanaan program tersebut.
“Misalnya kemarin jor-joran itu ditata ulang lebih ketat, daerah-daerah mana yang memang perlu percepatan, misalnya daerah 3T itu didahulukan,” ujar Andi.
Ia mengklaim Jokowi mengapresiasi aksi demonstrasi yang digelar masyarakat beberapa hari terakhir. Menurutnya, warga berhak menyampaikan aspirasi mereka sebagai bentuk koreksi terhadap kebijakan pemerintah.
Meski demikian, ia mewanti-wanti agar masyarakat mengantisipasi kemungkinan kepentingan politik yang menunggangi demonstrasi tersebut.
“Jangan sampai mereka ini masuk dalam pusaran-pusaran dengan maksud-maksud jahat dari elite-elite politik misalnya ya ataupun dari kekuatan-kekuatan asing yang ingin memecah belah kita,” kata dia.



