Mahasiswa Sampaikan Tuntutan ke Gibran, Catat di Buku Kecil
Mahasiswa Sampaikan Tuntutan ke Gibran, Catat di Buku Kecil

Mahasiswa Sampaikan Tuntutan ke Gibran, Catat di Buku Kecil

Jakarta – Koordinator Aksi Mahasiswa sekaligus Ketua Umum BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi, mengungkapkan hasil pertemuannya dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026. Dalam dialog tersebut, Gibran disebut mencatat seluruh tuntutan mahasiswa di sebuah buku kecil.

“Dia akan catat hasil dari tuntutan-tuntutan kami dengan buku kecilnya tadi, catat poin-poinya yang harus Bapak Wapres itu ke depannya untuk memperbaiki dan mengevaluasi segala bentuk yang janggal di negara hari ini. Tentunya MBG dan KDMP,” kata Abdi kepada wartawan.

Abdi menjelaskan bahwa BEM UBK memberikan tenggat waktu 5×24 jam hingga 19 Juni 2026 bagi pemerintah untuk merealisasikan aspirasi mereka. Jika tidak dipenuhi, mereka akan kembali menggelar aksi demonstrasi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Poin-Poin Tuntutan Mahasiswa

Abdi merinci beberapa poin kesepakatan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut. Poin-poin itu mencakup klaster fiskal dan pendidikan. Salah satu tuntutan utama adalah membekukan sementara pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kebijakan Deputi Kedaulatan Pangan (KDMP) di wilayah terkait untuk diaudit transparansinya.

“Sub yang kedua, mengalihkan efisiensi anggaran tersebut guna mensubsidi UKT ataupun biaya operasional pendidikan tinggi demi mewujudkan pendidikan terjangkau,” ucap Abdi.

Selain itu, terdapat poin yang berkaitan dengan klaster krisis moneter dan energi. Mahasiswa mendesak otoritas moneter pusat untuk melakukan intervensi guna menstabilkan nilai tukar Rupiah dan membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM Pertamax di tingkat regional.

“Dan di sini ada poin mendesak otoritas moneter pusat untuk melakukan intervensi stabilitas Rupiah dan membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM Pertamax di tingkat regional karena terbukti menghancurkan daya beli domestik masyarakat,” tegasnya.

Tanggapan Wakil Presiden

Plt. Sekretaris Wakil Presiden, Al Muktabar, menyampaikan bahwa Gibran menghargai aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan mahasiswa. Ia menilai hal tersebut merupakan bagian dari sistem demokrasi yang dianut Indonesia.

Al Muktabar juga mengungkapkan bahwa Gibran akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Presiden RI Prabowo Subianto. “Tentu, beliau berdua Bapak Wakil Presiden dan Bapak Presiden tentu punya mekanisme kerja yang akan disampaikan dalam kesempatan-kesempatan tertentu sesuai waktu yang tersedia,” ujar Al Muktabar.

Sebelumnya, ribuan mahasiswa menggelar aksi di Patung Kuda, Jakarta, dan sebagian perwakilan diterima di kantor Wakil Presiden. Aksi serupa juga terjadi di berbagai daerah, seperti di Makassar dan Medan, dengan tuntutan yang hampir sama terkait program MBG, lapangan kerja, dan kebijakan ekonomi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga