Raja Charles III Prihatin Mendalam atas Perilaku Pangeran Andrew dalam Skandal Epstein
Raja Inggris Prihatin atas Perilaku Andrew dalam Skandal Epstein

Raja Charles III Prihatin Mendalam atas Perilaku Pangeran Andrew dalam Skandal Epstein

Raja Inggris Charles III telah menyatakan "keprihatinan mendalam" atas perilaku saudaranya, Andrew, yang gelar pangerannya telah dicopot. Pernyataan ini dikeluarkan pada hari Senin, 9 Februari 2026, di tengah sorotan publik yang semakin intens terhadap keluarga kerajaan Inggris. Sorotan ini muncul menyusul dampak dari hubungan Andrew dengan finansier Amerika Serikat yang telah menjadi terpidana pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.

Pencabutan Gelar dan Tuduhan Baru

Andrew dicabut gelar kerajaannya tahun lalu akibat keterlibatannya dalam skandal Epstein. Kini, polisi Inggris menyatakan bahwa para petugasnya sedang "menilai" tuduhan baru bahwa Andrew Mountbatten-Windsor mungkin telah membocorkan dokumen perdagangan sensitif kepada Epstein. Istana Buckingham merespons dengan menyatakan bahwa Raja Charles akan "siap memberikan dukungan" kepada pihak kepolisian jika penyelidik menghubunginya terkait tuduhan terbaru tersebut.

Dalam pernyataan resmi, Istana Buckingham menegaskan, "Raja telah menegaskan, baik melalui kata-kata maupun melalui tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, keprihatinannya yang mendalam terhadap tuduhan-tuduhan yang terus bermunculan terkait perilaku Mountbatten-Windsor." Pangeran William, putra sulung Charles dan pewaris takhta, bersama istrinya, Putri Catherine, juga ikut menanggapi dengan menyatakan bahwa mereka "sangat prihatin dengan pengungkapan yang terus berlanjut."

Dampak Skandal Epstein pada Politik Inggris

Skandal Epstein di Inggris semakin meluas dalam beberapa hari terakhir setelah kumpulan dokumen terbaru dirilis oleh Departemen Kehakiman AS pekan lalu. Skandal ini menambah tekanan terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer atas keputusannya menunjuk Peter Mandelson sebagai duta besar Inggris untuk Amerika Serikat. Salah satu penasihat terdekat perdana menteri, Morgan McSweeney, mengundurkan diri pada hari Minggu, 8 Februari 2026, karena perannya dalam merekomendasikan penunjukan Mandelson.

McSweeney, yang merupakan penasihat terdekat Starmer, mengakui bahwa ia bertanggung jawab atas rekomendasi tersebut. Mandelson dicopot dari jabatannya pada bulan September setelah semakin banyak bukti yang memberatkan muncul mengenai kedalaman hubungannya dengan Epstein. Namun, berkas yang paling baru dirilis memberikan gambaran yang lebih jelas lagi, dengan politisi senior tersebut kini menghadapi penyelidikan polisi.

Kunjungan Pangeran William ke Arab Saudi Terancam Bayangi

Skandal ini mengancam akan membayangi perjalanan Pangeran William ke Arab Saudi yang dimulai pada hari Senin, 10 September. Pada hari pertama kunjungan resminya mewakili pemerintah Inggris, William bertemu dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk memperdalam hubungan ekonomi, termasuk mendorong penyelesaian perjanjian perdagangan bebas dengan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Keluarga kerajaan Inggris telah lama menikmati hubungan hangat dengan keluarga kerajaan Saudi, dan kunjungan pertama William ke kerajaan tersebut dapat menambahkan nuansa diplomatik serta unsur kepercayaan ketika pemerintah Inggris terus berupaya merampungkan kesepakatan tersebut. Inggris dan GCC—yang juga mencakup Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Oman, dan Bahrain—telah merundingkan perjanjian perdagangan bebas sejak 2022.

Kunjungan William dijadwalkan mencakup program budaya dan lingkungan. Kantor Berita Resmi Saudi (SPA) merilis gambar Pangeran Mohammed yang memberikan tur pribadi kepada William di Situs Warisan Dunia UNESCO At-Turaif di Diriyah, sebelum keduanya mengadakan pertemuan tertutup. William sebelumnya bertemu dengan putra mahkota pada Maret 2018, ketika ia dan ayahnya, yang saat itu masih Pangeran Charles, menjamu bin Salman dalam sebuah jamuan makan malam di Clarence House, London.

Kekhawatiran Hak Asasi Manusia dalam Hubungan Inggris-Arab Saudi

Arab Saudi merupakan mitra strategis utama Inggris di kawasan Teluk. Kemitraan tersebut kerap dikritik karena catatan hak asasi manusia kerajaan itu yang kelam, dan pemerintah Inggris sebelumnya telah menyatakan keprihatinannya. Isu hak asasi manusia di kawasan Teluk juga terus ditekankan oleh kelompok-kelompok pembela HAM di Inggris seiring berlanjutnya perundingan perjanjian perdagangan bebas.

Pada tahun 2020, Inggris menjatuhkan sanksi terhadap 20 warga negara Saudi yang terlibat dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi yang berbasis di AS pada tahun 2018 di konsulat Saudi di Istanbul. Tahun berikutnya, Presiden AS saat itu, Joe Biden, merilis laporan intelijen yang menyatakan bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah menyetujui operasi tersebut—klaim yang terus dibantah oleh otoritas Saudi.

Meski terdapat ketegangan tersebut, keterlibatan diplomatik dan ekonomi tetap berlanjut. Perdana Menteri Inggris Starmer bertemu dengan putra mahkota Arab Saudi di Riyadh pada bulan Desember 2024. Lawatan itu menegaskan keberlanjutan hubungan strategis. Perdagangan Saudi-Inggris tetap kuat, mencapai 23,5 miliar dolar AS dalam barang dan jasa pada periode satu tahun hingga 30 Juni 2025.