Pramono Targetkan Jakarta Jadi Role Model Pendidikan Pancasila di Indonesia
Pramono Target Jakarta Jadi Role Model Pendidikan Pancasila

Pramono Targetkan Jakarta Jadi Role Model Pendidikan Pancasila di Indonesia

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan tekadnya untuk menjadikan Jakarta sebagai role model pendidikan Pancasila di seluruh Indonesia. Dalam sambutannya di Balai Kota Jakarta pada Selasa, 7 April 2026, Pramono menegaskan bahwa ibu kota memiliki tanggung jawab besar untuk menunjukkan praktik nyata nilai-nilai Pancasila, terutama di tengah keberagaman masyarakatnya yang luas.

Pesan Utama untuk Para Pendidik

Pramono menyampaikan tiga pesan kunci kepada guru dan kepala sekolah se-DKI Jakarta yang hadir dalam kegiatan sosialisasi pembelajaran pendidikan Pancasila:

  1. Pancasila harus hadir dalam diskusi kelas yang hidup dan aktual, bukan sekadar dogma yang kaku.
  2. Pembelajaran harus dirancang agar menyenangkan dan bermakna, menghindari metode hafalan tradisional.
  3. Pendidikan Pancasila perlu selaras antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan kehidupan nyata.

Ia menekankan, "Saya yakin Jakarta akan mudah-mudahan bisa menjadi role model dari proses pendidikan Pancasila ini bukan hanya sekadar dihafalkan, tetapi menjadi kehidupan sehari-hari di masyarakat."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Keberagaman sebagai Fondasi Ekonomi dan Keamanan

Pramono banyak menyinggung praktik keberagaman yang telah dijalankan Pemprov DKI, seperti perayaan Christmas Carol kolosal, Imlek, dan pawai ogoh-ogoh pada Nyepi. Ia menyebut keberanian menampilkan keberagaman ini berdampak positif pada ekonomi, dengan transaksi 'Mudik ke Jakarta' mencapai Rp 67,5 triliun dan pertumbuhan ekonomi Jakarta sebesar 5,21 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Selain itu, Jakarta kini menempati peringkat kedua sebagai kota teraman di ASEAN menurut Global Resident Index 2024. "Ini karena kesadaran kolektif warga menjaga Jakarta. Semua merasa memiliki kota ini," ujar Pramono.

Gotong Royong sebagai Inti Pancasila

Sebagai pihak yang terlibat dalam pembentukan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Pramono menegaskan bahwa kekuatan utama Pancasila adalah gotong royong. Ia mengutip pandangan Megawati Soekarnoputri bahwa inti Pancasila ketika 'diperas' adalah semangat kebersamaan ini.

"Tetapi satu hal yang ingin saya sampaikan pada Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian. Tidak banyak negara di dunia yang seberuntung Indonesia. Begitu menyampaikan deklarasi kemerdekaannya sudah punya ideologi, sudah punya Pancasila," ungkapnya.

Harapan untuk Masa Depan

Pramono berharap Jakarta dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengimplementasikan Pancasila secara nyata. Ia mengulangi keyakinannya bahwa Jakarta mampu menjadi role model pendidikan Pancasila, bukan hanya untuk dihafalkan tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga