Pramono dan JK Pimpin Kerja Bakti Massal di Tengah Hujan Deras
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Muhammad Jusuf Kalla (JK) memimpin gerakan kerja bakti bertajuk Jaga Jakarta Bersih yang digelar serentak di seluruh wilayah ibu kota pada Minggu pagi, 8 Februari 2026. Meskipun diguyur hujan yang cukup deras, kegiatan gotong royong ini tetap berjalan dengan semangat yang tinggi dan melibatkan berbagai elemen masyarakat serta instansi pemerintah.
Partisipasi Massif dari Berbagai Elemen
Kegiatan yang dipusatkan di wilayah Cipinang Melayu, Jakarta Timur ini berhasil menggerakkan total 171.134 orang dari berbagai latar belakang. Pramono menyatakan bahwa kerja bakti ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan ibukota. "Hari ini kita bersama-sama mengikuti kerja bakti gotong royong yang dicanangkan secara serentak di seluruh Jakarta, yang kita sebut dengan Jaga Jakarta Bersih. Terus terang salah satu inisiator acara ini adalah PMI," ujar Pramono usai mengikuti kegiatan.
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung ke lapangan dalam kegiatan ini, termasuk Pangdam Jaya yang berada di Jakarta Utara serta Kapolda Metro Jaya beserta seluruh jajarannya. Partisipasi aktif dari unsur TNI, Polri, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan masyarakat umum menunjukkan solidaritas yang kuat dalam menjaga kebersihan kota.
Dua Berita Utama Lainnya yang Menyita Perhatian
Selain kegiatan kerja bakti di Jakarta, terdapat dua berita utama lainnya yang menjadi perhatian publik pada hari yang sama:
- Prabowo Terharu dengan Kerukunan Antarumat Beragama di Malang
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keterharuannya saat menyaksikan kerukunan antarumat beragama di Kota Malang, Jawa Timur. Dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Prabowo menceritakan bagaimana gereja-gereja di Malang turut membantu menyukseskan rangkaian peringatan Harlah 1 Abad NU. "Saya terharu mendengar tadi ketua panitia menyampaikan betapa di Jawa Timur ini di kota Malang ini gereja-gereja juga membantu mensukseskan acara ini, luar biasa," kata Prabowo.
Presiden juga mengenang ajaran para tokoh NU, termasuk Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang selalu mengajarkan pentingnya menjaga kedamaian dan kerukunan di tengah perbedaan. "Ajaran tokoh-tokoh NU dari dulu termasuk Gus Dur selalu mengajarkan kepada kita NU akan selalu menjaga kedamaian di bangsa Indonesia dan akan menjaga semua umat semua agama tanpa pandang bulu," tuturnya.
- Kementerian Transmigrasi Tangani Konflik Kawasan
Kementerian Transmigrasi (Kementrans) terus berupaya menangani berbagai permasalahan yang dihadapi para transmigran, salah satunya adalah konflik kawasan. Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, mengungkapkan bahwa masih terdapat sejumlah permasalahan konflik wilayah transmigrasi dengan kawasan hutan yang sebelumnya telah ditempati oleh warga transmigran.
"Apabila ada kawasan hutan di dalam kawasan transmigrasi, maka Kementerian Kehutanan harus melepas hak hutannya di kawasan transmigrasi," jelas Viva Yoga. Saat ini, Kementrans telah melakukan komunikasi aktif dengan Kementerian Kehutanan dan proses pelepasan kawasan hutan sudah berjalan di sejumlah daerah, dengan 19 wilayah transmigrasi yang telah bebas dari tumpang tindih dengan hutan.
Komitmen Berkelanjutan untuk Kebersihan dan Kerukunan
Gerakan Jaga Jakarta Bersih yang dipimpin langsung oleh Pramono Anung dan Jusuf Kalla menunjukkan komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Meski dihadapkan dengan cuaca yang kurang mendukung, semangat gotong royong tetap terjaga dengan baik. Sementara itu, pernyataan Presiden Prabowo tentang kerukunan antarumat beragama di Malang serta upaya Kementrans dalam menyelesaikan konflik kawasan transmigrasi menjadi bukti nyata dari berbagai upaya pembangunan yang terus dilakukan di berbagai sektor.
Kegiatan kerja bakti massal ini tidak hanya sekadar aksi bersih-bersih, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat Jakarta yang majemuk. Dengan partisipasi yang begitu masif dari berbagai elemen, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dapat terus tertanam dan berkelanjutan di masa mendatang.



