Prabowo Tanggapi Kritik Sifat Keras Kepala, Bandingkan dengan Pejuang Iran
Prabowo Tanggapi Kritik Keras Kepala, Sebut Pejuang Iran

Prabowo Tanggapi Kritik Sifat Keras Kepala, Bandingkan dengan Pejuang Iran

Presiden Prabowo Subianto mengaku telah mendengar kritikan yang menyebut dirinya memiliki sifat keras kepala. Dalam sebuah pernyataan publik, dia merespons dengan menyinggung keteguhan pejuang dan rakyat Iran yang dianggap memiliki karakter serupa ketika menghadapi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan dalam Rapat Kerja Pemerintah

"Yang terakhir itu, Prabowo keras kepala. Kalau saya dibilang keras kepala, saya harus terima itu sebagai, 'oh, coba coba saya pegang kepala saya'," ujar Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Kerja Pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 8 April 2026. Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi negara untuk membahas agenda pemerintahan.

Keras Kepala sebagai Kebutuhan dalam Pekerjaan

Prabowo menegaskan bahwa sifat keras kepala justru diperlukan dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai pemimpin. Dia memberikan contoh dengan menyebut rakyat Iran yang tetap teguh meskipun terus-menerus menghadapi ancaman dari pihak lawan. "Kadang-kadang keras kepala dalam suatu pekerjaan dibutuhkan, sekarang orang mengatakan rakyat Iran keras kepala, pejuang-pejuang Iran keras kepala, bolak balik diancam mau dihabisin ya, terakhir apa itu, tapi dia tidak. Saya tidak ikut politik dalam negeri orang lain," jelasnya dengan nada tegas.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pelajaran dari Sejarah Kemerdekaan Indonesia

Lebih lanjut, Prabowo menghubungkan sifat keras kepala dengan perjuangan para pendiri bangsa Indonesia. Dia menyatakan bahwa para pemimpin masa lalu juga bersikap keras kepala dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari ancaman penjajahan kembali. "Tapi, bagi sebuah bangsa kadang-kadang keras kepala butuh, dulu bapak-bapak pendiri bangsa kita keras kepala. Lebih baik mati daripada dijajah kembali. Keras kepala. Tidak mau kita dijajah kembali," ungkapnya dengan penuh semangat.

Pentingnya Memegang Prinsip dan Hukum

Dalam penutupannya, Prabowo menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan kearifan sambil tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip dasar. "Jadi saudara-saudara, kita sikapi dengan ketenangan, dengan kearifan tapi prinsip-prinsip kita pegang teguh. Tidak ada negara tanpa hukum, tanpa konstitusi, tanpa UUD, yang ada adalah kekuatan," pungkasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmennya untuk memimpin dengan integritas dan keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga