Prabowo Pimpin Rapim TNI-Polri di Istana, Tekankan Sinergi dan Kesiapsiagaan
Prabowo Pimpin Rapim TNI-Polri, Tekankan Sinergi

Prabowo Subianto Pimpin Rapat Pimpinan TNI-Polri di Istana Kepresidenan Jakarta

Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan ratusan pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI–Polri di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 9 Februari 2026. Acara ini dihadiri oleh para pimpinan dari tiga matra TNI serta jajaran tinggi Polri, menandai komitmen pemerintah dalam memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan aparat keamanan.

Kedatangan dan Jalannya Acara Rapim

Berdasarkan pantauan, para pimpinan TNI-Polri mulai tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta sejak pukul 09.15 WIB, dengan acara resmi dimulai pada pukul 10.00 WIB. Di antara yang hadir adalah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono, serta Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo. Kehadiran mereka menunjukkan pentingnya pertemuan ini dalam menyelaraskan strategi pertahanan dan keamanan nasional.

Arahan Presiden Prabowo tentang Kesiapsiagaan dan Sinergi

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya, usai mengikuti rapim, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menekankan delapan poin krusial dalam taklimatnya. Prabowo meminta TNI-Polri untuk selalu siap dan cepat membantu rakyat yang sedang kesulitan, di mana pun dan kapan pun, sebagai bukti kepercayaan yang diberikan masyarakat. Selain itu, ia mengapresiasi kinerja prajurit dalam penanganan bencana di Sumatra dan menekankan perlunya memperkuat sinergitas antarinstansi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Dalam arahannya, Presiden menekankan beberapa hal antara lain: Jaga terus kesiapsiagaan TNI-Polri dalam bertugas. Kapanpun warga membutuhkan bantuan, maka di saat itulah TNI-Polri harus langsung turun membantu," jelas Teddy melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet. Arahan ini bertujuan untuk memastikan bahwa aparat keamanan tetap responsif terhadap kebutuhan darurat dan tantangan nasional.

Koordinasi Kemensos dan Kemendes untuk Pemutakhiran Data Sosial Ekonomi

Di sisi lain, pada hari yang sama, Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar pertemuan dengan Kementerian Desa (Kemendes) di Kantor Kemensos, Jakarta. Pertemuan ini membahas percepatan pemutakhiran data sosial ekonomi nasional di tingkat desa, dengan tujuan meningkatkan akurasi bantuan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto sepakat untuk mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS), sesuai Instruksi Presiden Nomor 4. Gus Ipul menegaskan bahwa data sosial ekonomi sangat krusial dan perlu diperbarui secara berkelanjutan agar sesuai dengan kondisi lapangan, sehingga program bantuan pemerintah dapat tepat sasaran.

Implikasi dan Dampak dari Rapim TNI-Polri

Rapim TNI-Polri ini tidak hanya sekadar pertemuan rutin, tetapi juga mencerminkan upaya pemerintah dalam mengoptimalkan peran aparat keamanan untuk mendukung stabilitas nasional. Dengan menekankan sinergi dan kesiapsiagaan, Prabowo berharap dapat meningkatkan efisiensi respons terhadap bencana, konflik, dan situasi darurat lainnya. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia.

Secara keseluruhan, acara ini menandai langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara TNI dan Polri, serta mendorong inisiatif pembaruan data sosial ekonomi untuk mendukung kebijakan kesejahteraan. Kedua agenda tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menangani isu keamanan dan sosial secara terintegrasi, dengan fokus pada pelayanan publik yang lebih efektif.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga