Presiden Prabowo Subianto memimpin Panen Raya TNI yang digelar serentak di 43 lokasi, dengan pusat kegiatan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional melalui keterlibatan tiga matra TNI: TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.
Fokus pada Komoditas Padi, Kedelai, dan Tebu
Panen raya ini mencakup komoditas padi, kedelai, dan tebu. TNI AD bertanggung jawab atas pendampingan budidaya padi dan jagung, TNI AL mengembangkan kedelai, sedangkan TNI AU mendukung pengembangan tebu. Presiden Prabowo tiba di Lanud Abdulrachman Saleh sekitar pukul 14.33 WIB dan meninjau sejumlah stan yang menampilkan program unggulan TNI, termasuk inovasi hilirisasi pertanian.
Inovasi Teknologi dan Hilirisasi
Salah satu stan yang dikunjungi Prabowo menampilkan mesin pemusnah sampah MOTAH Incinerator, yang menurut penjelasan anggota TNI mampu mengolah sampah tanpa listrik maupun bahan bakar. Prabowo juga mengunjungi stan tiga matra TNI yang memamerkan pengembangan komoditas tebu hingga menjadi gula. Khusus TNI AU, proses budidaya tebu didukung teknologi geospasial dan penginderaan jauh menggunakan drone.
Selanjutnya, Prabowo memimpin panen raya serentak di berbagai daerah, mencakup panen tebu di delapan lokasi yang didampingi TNI AU, panen padi di 31 lokasi oleh TNI AD, serta panen kedelai di empat lokasi bersama TNI AL.
Kontribusi Signifikan terhadap Target Nasional
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa program ketahanan pangan TNI dijalankan dengan pembagian tugas sesuai keunggulan masing-masing matra. Menurut Prasetyo, selama Januari hingga Juni 2026, TNI AD telah mendampingi pengelolaan 6,26 juta hektare lahan padi dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras, atau mendukung 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026. Di sektor kedelai, TNI AL mendampingi lahan seluas 2.432 hektare dengan potensi produksi 3.676 ton. Sementara itu, TNI AU mendampingi pengembangan 236.048 hektare lahan tebu dengan potensi produksi 18,386 juta ton tebu, setara sekitar 1,36 juta ton gula, yang berkontribusi sebesar 45,05 persen terhadap target produksi gula nasional tahun 2026.
Ekosistem Tebu Terintegrasi di Lanud Abdulrachman Saleh
Prasetyo menambahkan bahwa Lanud Abdulrachman Saleh menjadi contoh pengembangan ekosistem tebu yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Selain menghasilkan gula, tebu juga diolah menjadi bioetanol, pupuk organik, dan berbagai produk bernilai tambah lainnya. "Dan berbagai produk industri bernilai tambah yang mendukung ketahanan energi serta memperkuat industri nasional," tutur Prasetyo dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).



