Prabowo Instruksikan Satgas Sumatra Laporkan Kemajuan Pemulihan Bencana Secara Berkala
Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi tegas kepada seluruh kementerian dan lembaga yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatra. Beliau meminta agar perkembangan pemulihan di daerah terdampak bencana disampaikan secara berkala kepada masyarakat luas.
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, mengonfirmasi hal ini dalam keterangannya di Gedung Kemendagri, Jakarta Pusat, pada Rabu, 11 Februari 2026. "Presiden menginstruksikan agar seluruh Satgas, setiap menteri, maupun pejabat terkait terus menyampaikan informasi dan pembaruan (update) secara berkala kepada publik," ujar Teddy.
Pemantauan Berkelanjutan untuk Transparansi
Menurut Teddy, Presiden Prabowo secara aktif memantau perkembangan pemulihan di wilayah Sumatra yang terdampak bencana. Instruksi ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses pemulihan berjalan dengan transparan dan dapat dipantau oleh semua pihak. "Bapak Presiden terus memantau perkembangan pemulihan di daerah bencana secara berkelanjutan," tambahnya.
Penyampaian informasi rutin ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan bagian integral dari upaya pemerintah dalam menjaga kepercayaan publik. Dengan demikian, seluruh proses pemulihan diharapkan dapat berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan.
Capaian Konkret dan Upaya Percepatan
Dalam dua bulan pascabencana, berbagai capaian konkret telah berhasil dicapai oleh Satgas Sumatra. Beberapa di antaranya meliputi:
- Penyediaan hunian sementara bagi korban bencana.
- Pemulihan infrastruktur vital yang rusak.
- Pemulihan layanan kesehatan dan pendidikan di daerah terdampak.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mengupayakan percepatan pemulihan dengan melibatkan seluruh elemen, termasuk TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat. "Ke depannya, kemajuan pemulihan ini akan terus kita upayakan dengan kecepatan maksimal," tegas Teddy.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kondisi di daerah terdampak bencana dapat segera pulih sepenuhnya, sambil mempertahankan transparansi dan akuntabilitas yang tinggi kepada publik.



