Presiden Prabowo Subianto meminta PT Pindad untuk merancang mobil kepresidenan khusus yang memungkinkan beliau menyapa dan berinteraksi dengan warga secara lebih nyaman. Permintaan ini disampaikan saat meresmikan operasional 1.601 Koperasi Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Pengalaman Prabowo Bersalaman dengan Warga
Prabowo menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke berbagai daerah. Ia kerap melihat banyak warga yang antusias menunggu dan ingin bersalaman. "Saya sekarang senang, terharu ke daerah-daerah, tapi melelahkan karena rakyat banyak keluar ke jalan. Masa presiden di dalam kendaraan? Tidak lucu," ujarnya.
Ia melanjutkan, "Terpaksa saya berdiri, rakyat ingin kasih tangan, kita harus sambut. Saya coba kasih tangan." Situasi serupa terjadi di Nganjuk, di mana Prabowo berkelakar bahwa warga Jawa Timur banyak petani sehingga tangan mereka keras. "Tangan rakyat Jawa Timur keras-keras, rupanya banyak petani. Emak-emak juga keras tangannya. Setelah 2-3 kali kunjungan, saya harus pakai minyak khusus. Tapi itulah risiko, mereka berjam-jam di matahari," katanya.
Mobil Khusus untuk Presiden
Atas dasar itu, Prabowo meminta PT Pindad segera mendesain mobil kepresidenan dengan kaca khusus yang memungkinkan ia berdiri namun tetap terlindung. "Ini saya lagi mikir minta Pindad, mana Pak Profesor Sigit? Coba didesain mobil khusus untuk presiden, pakai kaca yang ada kursi tapi keliatan saya berdiri. Boleh dong, eh saya ini sudah 75 tahun, gila! Tapi saya kasihan rakyat nunggu lama. Tangan sakit, tapi saya semangat," ujarnya.
Kebiasaan Prabowo Menyapa Warga
Dalam kunjungan kerja, Prabowo kerap menyapa warga dari atas mobil dan membagikan kaos kepada mereka yang berkerumun di sisi jalan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kedekatan antara presiden dan rakyat.



