Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia bukanlah negara yang lemah dan kalah. Ia meminta seluruh pihak untuk menghilangkan mentalitas bangsa yang kalah. Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan operasionalisasi 1.601 Koperasi Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5).
Resmikan Ribuan Koperasi Merah Putih
Dalam sambutannya, Prabowo mengungkapkan bahwa ia mendapat laporan bahwa pada bulan Agustus mendatang akan ada 30 ribu Koperasi Merah Putih yang diresmikan. "Dilaporkan kepada saya bahwa pada bulan Agustus kita akan lompat meresmikan 30 ribu koperasi," kata Prabowo, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.
Menurutnya, meskipun target tersebut tidak tercapai, kerja pemerintah dalam membangun Koperasi Merah Putih tetap merupakan sebuah prestasi. Ia menekankan bahwa jarang ada negara yang mampu membangun puluhan ribu koperasi dalam waktu satu tahun.
"Kalau umpamanya tidak sampai 30 ribu, kalau hanya sampai 20 ribu. Saya katakan 20 ribu ini adalah prestasi yang saya kira jarang bisa diketemukan di negara lain. Silakan diadakan suatu research negara mana yang membangun, meresmikan 20 ribu koperasi dalam waktu 1 tahun, saya kira jarang," ujar Prabowo.
Semangat Bangsa yang Menang
Prabowo mengatakan bahwa capaian tersebut juga menunjukkan bahwa pemerintah dan lembaga negara bisa berbuat yang luar biasa jika memiliki tekad dan bekerja sama. Sambil menggebrak podium beberapa kali, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia bukan bangsa yang lemah dan kalah.
"Kita harus hilangkan sikap mental bahwa kita bangsa yang lemah, bahwa kita bangsa yang kalah, no. Kita tidak boleh jadi bangsa yang kalah, kita harus jadi bangsa yang menang dan kita akan menang, kita akan kuat, kita akan bangkit," tegasnya.
Prabowo juga menyinggung bahwa bangsa Indonesia sudah terlalu lama dianggap remeh oleh bangsa lain. Dengan semangat Koperasi Merah Putih, ia yakin Indonesia bisa bangkit dan menjadi bangsa yang kuat.
Acara peresmian ini disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden dan mendapat perhatian luas dari masyarakat.



