PKB: Momen Prabowo-Megawati Bergandengan Tangan Harus Menular ke Akar Rumput
PKB: Momen Prabowo-Megawati Harus Menular ke Akar Rumput

Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hasanuddin Wahid atau akrab disapa Cak Udin, memberikan tanggapan positif terkait momen Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang bergandengan tangan setelah upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. Menurutnya, momen tersebut merupakan teladan yang patut dicontoh oleh seluruh pemimpin dan elite bangsa.

Cak Udin menyatakan, "Bagus dan menjadi teladan yang patut dicontoh. Jika semua pemimpin negeri dan elite bangsa bergandengan tangan, bekerja sama bergotong royong bersatu padu, maka tidak ada masalah negara yang tidak terselesaikan." Pernyataan itu disampaikan kepada wartawan pada Selasa (2/6/2026).

Ia menambahkan bahwa kebersamaan antartokoh bangsa tidak boleh hanya bersifat simbolis. Semangat bergandengan tangan harus diwujudkan dalam pembangunan nasional. "Gandengan tangan yang sejati adalah gandengan tangan para elite mengurus negeri agar ekonomi semakin baik, agar pengangguran semakin terus berkurang, dan seperti yang Presiden Prabowo impikan bahwa kedaulatan ekonomi harus segera terwujud nyata," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Cak Udin menekankan bahwa makna persatuan yang sesungguhnya adalah kerja sama para elite dalam mengurus negara. Ia berharap kedekatan antara Prabowo dan Megawati dapat menjadi contoh bagi semua pihak. "Gandengan Presiden dengan Bu Mega perlu dilanjutkan hingga tingkat akar rumput, para gubernur, bupati, wali kota, kepala desa, hingga RT, semua bergandengan tangan dengan semua tokoh di tempatnya masing-masing untuk bersatu membangun wilayahnya, daerahnya, desanya. Itulah makna pengejawantahan Pancasila sejati, utamanya sila ketiga," ungkapnya.

Apresiasi dari Ketua DPP PKB

Ketua DPP PKB, Daniel Johan, juga menyampaikan hal senada. Ia menilai kedekatan Prabowo dan Megawati sangat menyejukkan. "Tentu ini menjadi pemandangan yang menyejukkan. Ini adalah simbol nyata bahwa para tokoh bangsa mampu menempatkan kepentingan nasional sebagai yang utama," katanya.

Menurut Daniel, kedekatan ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kebangsaan. Ia menegaskan bahwa kedekatan tersebut bukan sekadar retorika, melainkan benar-benar diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata para pemimpin. "Momentum Hari Lahir Pancasila adalah saat yang paling tepat untuk menegaskan kembali nilai-nilai kebersamaan itu, karena Pancasila lahir justru dari semangat menyatukan perbedaan," ujarnya.

Daniel juga mengaku bangga atas sikap negarawan yang dimiliki oleh Prabowo dan Megawati. Ia berharap momen kedekatan ini dapat menjadi energi positif bagi seluruh bangsa. "Kami ikut bangga atas sikap keduanya yang memberikan teladan bagi seluruh rakyat Indonesia bahwa dalam perbedaan pandangan sekalipun, para negarawan sejati selalu bisa berjalan beriringan demi kemajuan bangsa," tuturnya.

"Semoga momen ini menjadi energi positif yang mendorong seluruh elemen bangsa untuk terus bersatu, saling menghargai, dan bersama-sama memikirkan langkah terbaik bagi Indonesia ke depan," imbuhnya.

Momen Kehangatan di Upacara Hari Lahir Pancasila

Sebelumnya, Prabowo dan Megawati menghadiri upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026). Wakil Presiden Gibran Rakabuming juga tampak hadir dalam upacara tersebut.

Usai upacara, momen kehangatan antara Prabowo dan Megawati kembali terlihat. Prabowo mulanya terlihat berbincang dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) serta Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin. Sementara Megawati berada di belakang JK dan Ma'ruf Amin. Prabowo kemudian mempersilakan Megawati, JK, dan Ma'ruf Amin untuk berjalan. Namun, Megawati mengajak Prabowo berjalan bersama. Megawati tampak menggandeng tangan Prabowo, dan keduanya berjalan sambil tertawa bersama.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga