PDIP Respons Prabowo Hormati Sikap Megawati Tetap Jadi Oposisi
PDIP Respons Prabowo Hormati Sikap Megawati Oposisi

Anggota DPR dari Fraksi PDIP Aria Bima angkat suara terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang secara blak-blakan mengungkapkan suasana kebatinannya terhadap PDIP yang memilih tetap berada di luar pemerintahan.

Bimo, sapaan akrab Aria Bima, menyebut bahwa sikap PDIP yang disinggung Prabowo merupakan kritik dalam kerangka check and balances. Menurutnya, sikap tersebut adalah bentuk pembelaan terhadap pemerintah dengan cara yang berbeda.

Bimo: Sikap Kritis PDIP adalah Pembelaan terhadap Pemerintah

“Yang disampaikan Pak Prabowo tadi sebenarnya marwah PDI Perjuangan adalah kata lain kritis di dalam konteks check and balances itu juga membela pemerintah. Tetapi dengan cara yang benar,” ujar Bimo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ia menjelaskan bahwa membela dengan cara yang benar berarti sesuai dengan konstitusi, ideologi partai, dan didasarkan pada kepentingan rakyat. Bimo menegaskan bahwa tiga indikator inilah yang akan terus digunakan PDIP untuk mengawal dan mengawasi jalannya pemerintahan.

“Ini saya kira yang hari ini dipertegas oleh Pak Prabowo, dan Pak Prabowo menyadari akhirnya penting juga marwah reformasi adanya partai politik atau fraksi di DPR yang tidak masuk dalam lingkaran pemerintah,” katanya.

PDIP dan Tradisi Oposisi dalam Demokrasi

Bimo menilai bahwa keputusan untuk tetap berada di luar pemerintahan merupakan tradisi penting dalam demokrasi. Menurutnya, partai harus berani mengambil sikap tersebut jika calon yang mereka usung kalah dalam kontestasi politik.

Ia mengingatkan bahwa PDIP telah menerapkan sikap ini tidak hanya terhadap pemerintahan Prabowo, tetapi juga terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelumnya. “Karena PDI misalnya pernah dua kali di dalam pemerintahan, ya. Dua kali di zaman Pak SBY misalnya di luar pemerintahan. Apapun parlemen ini butuh kekuatan kritis yang eksis,” katanya.

Prabowo Akui Pentingnya Oposisi

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pidato selama 1 jam 40 menit di Paripurna DPR menyinggung posisi PDIP sebagai satu-satunya partai yang berada di luar pemerintah. Dengan nada kelakar, ia mengaku ingin semua partai bergabung dalam koalisi, namun menyadari bahwa kondisi tersebut tidak baik bagi demokrasi.

Prabowo menegaskan bahwa demokrasi tetap membutuhkan oposisi untuk menjaga check and balances dalam roda pemerintahan. “Saya paham dan mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah, saya mengerti itu. Sebenarnya saya ingin ucapkan terima kasih ke PDIP,” kata Prabowo dalam pidato di rapat paripurna DPR, Jakarta, Rabu (20/5).

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga