PDIP Kritik Survei Prabowo 80%: Kinerja Nyata Lebih Penting dari Angka
PDIP Kritik Survei Prabowo 80%: Kinerja Nyata Lebih Penting

PDIP Soroti Kesenjangan antara Survei dan Realitas di Lapangan

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, memberikan tanggapan kritis terhadap hasil survei terbaru dari Indikator Politik Indonesia yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mendekati 80 persen. Dalam pernyataannya di Sekolah Partai PDIP di Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (11/2/2026), Hasto menegaskan bahwa kinerja nyata seorang pemimpin tidak boleh hanya diukur melalui angka-angka statistik semata.

Rating Tinggi Harus Dikonversi Jadi Aksi Nyata

"Approval rating itu sepertinya terus-menerus dijadikan indikator utama. Padahal, tugas pemimpin adalah mengatasi kemiskinan, pengangguran, serta merancang kebijakan yang membangun harapan masa depan," tegas Hasto kepada awak media. Ia menekankan bahwa tingginya angka kepuasan publik semestinya tidak sekadar menjadi catatan statistik, melainkan harus dikonversikan menjadi sesuatu yang bisa dirasakan langsung oleh rakyat kecil, terutama mereka yang berada di lapisan terbawah.

Menurut politisi asal Yogyakarta ini, indikator kesuksesan seorang pemimpin sejati justru terletak pada kemampuannya menyelesaikan masalah-masalah mendasar yang dihadapi masyarakat, seperti kemiskinan struktural dan pengangguran yang masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kasus Tragis di NTT Jadi Bukti Nyata

Hasto kemudian mengaitkan hasil survei tersebut dengan realitas pahit yang terjadi di lapangan. Ia menyoroti kasus tragis di Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana seorang siswa sekolah dasar dikabarkan mengakhiri hidupnya akibat himpitan ekonomi yang mendalam. "Apa yang terjadi di NTT, ada anak kecil yang bunuh diri karena tidak mampu membeli alat tulis. Hal itu mencerminkan bahwa approval rating saja tidak cukup," ujarnya dengan nada prihatin.

Kejadian memilukan ini, menurut Hasto, harusnya mampu menjadi pengingat keras bahwa tanggung jawab negara sesuai konstitusi—yakni memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar—masih menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar, terlepas dari klaim tingginya kepuasan publik yang tercatat dalam survei.

Fungsi Penyeimbang dan Dorongan untuk Pemerintah

Sebagai partai yang berperan sebagai penyeimbang dalam politik Indonesia, PDIP melalui Hasto mendorong pemerintah agar segera mengonversikan rating tinggi tersebut menjadi kinerja nyata yang terukur dan berdampak langsung. "PDI Perjuangan dalam fungsi sebagai penyeimbang memberikan masukan agar approval rating ini dikonversikan menjadi kinerja nyata," dorongnya dengan tegas.

Hasto juga menyampaikan harapannya agar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dapat terus memastikan tiga hal fundamental: demokrasi berjalan dengan baik, sistem hukum bebas dari korupsi, dan terciptanya keadilan sosial yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Komitmen PDIP untuk Kerja Nyata

Bagi PDIP, kerja nyata di sektor riil tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa dikompromikan. Hasto menegaskan komitmen partainya untuk senantiasa mendorong gagasan-gagasan positif yang konstruktif. "Kita bertanggung jawab agar negara selalu hadir. PDI Perjuangan siap menjadi mitra dalam mendorong gagasan-gagasan positif agar kerja nyata benar-benar menjadi kriteria utama bagi rakyat," tandasnya menutup pernyataan.

Dengan demikian, kritik dari PDIP ini menyoroti pentingnya keseimbangan antara pencapaian statistik dan implementasi kebijakan yang menyentuh langsung akar permasalahan rakyat, terutama dalam mengentaskan kemiskinan dan menciptakan keadilan sosial yang inklusif.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga