PDIP Nilai Jokowi Tak Mungkin Tak Tahu Prosesi Injak Kepala Kerbau
PDIP: Jokowi Tak Mungkin Tak Tahu Injak Kepala Kerbau

Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menilai pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang mengaku tidak mengetahui adanya prosesi adat injak kepala kerbau saat safari politik di Lampung sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. Deddy justru mendapat informasi bahwa Jokowi menjadi ketua panitia acara adat tersebut.

Pernyataan Deddy Sitorus Soal Keterlibatan Jokowi

"Jokowi mau injak kepala kerbau atau kepala ular ya silakan saja, enggak ada hubungan dengan kita. Yang saya dengar, Jokowi jadi ketua panitia kegiatan itu," kata Deddy dikutip dari Detik, Jumat (3/7). Deddy menambahkan bahwa pernyataan yang dibuat PSI bisa saja tidak benar dan sulit dibuktikan. Ia menyinggung sosok Jokowi yang menurutnya bisa melakukan apa pun untuk mencapai tujuan.

"Sehingga sangat tidak masuk akal dan mungkin berbohong kalau dia bilang tidak tahu akan ada drama sinetron soal injak-menginjak itu. Bagi kami, terserahlah Jokowi mau lakukan apa saja untuk mencapai tujuannya, kita nggak ambil pusing," ujar Deddy.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dinasti Politik dan Kritik PDIP

Menurut Deddy, Jokowi memang harus melakukan semua cara untuk memelihara dinasti politiknya. "Dia memang harus melakukan semua cara apa pun untuk memelihara dinastinya. Dan itu memang sudah ciri khas dan karakter seorang Jokowi, apa pun akan dilakukan," katanya. Anggota Komisi II DPR itu menyebut cerita yang beredar di publik bahwa Jokowi yang membuat dan memviralkan acara adat tersebut. "Ini ceritanya, dia yang buat, dia yang waswas, dan dia pula yang viralkan. Bagi kami, itu cuma dagelan lucu-lucuan agar publik terus membicarakan dia," pungkasnya.

Klaim PSI: Jokowi Tak Tahu Ada Kepala Kerbau

Ketua DPP PSI Bestari Barus sebelumnya mengatakan Jokowi tidak mengetahui akan ada prosesi injak kepala kerbau. Ia menyebut Jokowi hanya mengikuti agenda adat itu sebagai penghormatan. Jokowi juga disebut sudah memprediksi prosesi adat menginjak kepala kerbau bakal ramai dan menjadi perbincangan. "Sehingga kemudian itu, pada saat beliau naik ke panggung juga beliau sudah sadari itu kemarin, semalam beliau bercerita, kami sedang di Solo ini. Jadi, apa sih sebetulnya ini, beliau juga menyatakan 'Wah, saya ndak tahu kalau ada kepala itu, kerbau'. Begitu naik beliau melihat ada kepala kerbau," kata Bestari. "Dan disuruh duduk di depannya kepala kerbau, beliau sempat bergumam gitu, 'Wah ini nanti ramai ini'," tambahnya.

Bestari kembali menekankan bahwa prosesi itu tetap dilaksanakan guna menghormati adat wilayah setempat. Ia pun menyerahkan pemaknaan prosesi itu kembali ke masyarakat sekaligus menegaskan bahwa Jokowi sedang tidak bermain peran seperti bintang film. "Ya biarlah nanti masyarakat yang memberi penilaian, yang jelas Pak Jokowi tidak sedang, bukan sedang lagi main sinetron di situ, tapi sesuai dengan apa yang diarahkan para tetua adat setempat itu, gitu," kata dia.

Prosesi Adat Injak Kepala Kerbau

Jokowi menginjak kepala kerbau dalam kunjungannya ke Lampung pekan lalu. Saat itu, ia menerima gelar 'Baginda Pemuka Bangsa'. Jokowi duduk di sebuah kursi lengkap dengan pakaian adat setempat, menginjak kepala kerbau yang diletakkan di atas karpet merah. Budayawan Lampung yang juga Dewan Pakar Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) Admi Syarif menjelaskan prosesi menginjak kepala kerbau merupakan bagian dari tradisi sakral budaya masyarakat Lampung yang sudah berusia ratusan tahun.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga