Pangkogabwilhan III Letjen Lucky Avianto memimpin langsung proses penyerahan jenazah pilot pesawat PT AMA PK-RCY, Capt. Nicholas Francis Gosselin, di Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (3/7). Prosesi ini dikawal oleh Koops TNI Habema dan dihadiri oleh Pangkoops TNI Habema Mayjen Yudha Airlangga, pejabat TNI, pemerintah daerah, pimpinan PT AMA, para pilot AMA, serta Uskup Jayapura Yanuarius Teofilus Matopai You.
Proses Penyerahan Jenazah
Jenazah Capt. Nicholas diterbangkan dari Timika menuju Sentani menggunakan pesawat TNI AU Boeing 737. Setelah tiba, prosesi diawali dengan penghormatan militer, dilanjutkan penandatanganan berita acara penyerahan jenazah kepada pihak PT AMA yang diwakili oleh Uskup Jayapura. Selanjutnya, jenazah diberangkatkan menuju Hanggar PT AMA di Sentani untuk disemayamkan dan dilaksanakan ibadah penguatan.
Ucapan Belasungkawa dari Pangkogabwilhan III
Dalam sambutannya, Letjen Lucky Avianto menyampaikan belasungkawa mendalam. "Atas nama Tentara Nasional Indonesia, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Almarhum gugur saat menjalankan misi kemanusiaan untuk melayani masyarakat di pedalaman Papua. Kami mengutuk keras tindakan yang merenggut nyawa seorang pelayan kemanusiaan," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (4/7).
Lucky juga mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan lokasi, evakuasi taktis, hingga proses penyerahan jenazah. Ia menegaskan bahwa TNI berkomitmen menjaga keamanan agar pelayanan kepada masyarakat di Papua dapat berlangsung aman.
Pernyataan Uskup Jayapura
Uskup Jayapura Yanuarius Teofilus Matopai You menyampaikan bahwa PT AMA telah puluhan tahun melayani masyarakat Papua di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pelayanan gereja. "Misi AMA adalah misi kemanusiaan. Pesawat-pesawat kami hadir untuk melayani masyarakat pedalaman. Kami mengutuk keras tindakan penembakan dan pembakaran pesawat yang telah merenggut nyawa seorang pelayan kemanusiaan," ungkapnya.
Latar Belakang Insiden
Capt. Nicholas meninggal dunia dalam insiden penembakan terhadap pesawat PT AMA PK-RCY di Lapangan Terbang Ipdeheik, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo. Saat itu, ia tengah menjalankan misi pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat pedalaman Papua. Koops TNI Habema menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif, sehingga pelayanan kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan di Papua dapat terus berjalan.
Sinergi antara TNI, pemerintah, gereja, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin kuat demi mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera.



