PAN Nilai Pernyataan Saiful Mujani Soal Prabowo Tak Berdampak Signifikan
Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi memberikan tanggapan terkait pernyataan viral dari pengamat politik Saiful Mujani yang menyebut ingin menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto. Viva Yoga menyatakan bahwa pernyataan dari pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap situasi politik di Indonesia.
Pernyataan Seperti Bui di Lautan
Dalam keterangannya kepada wartawan pada Rabu (8/4/2026), Viva Yoga mengibaratkan pernyataan Saiful Mujani hanya seperti "bui di lautan, bukan gelombang". Ia menekankan bahwa narasi dan pemikiran oposisional, seperti yang disampaikan oleh Saiful Mujani, akan selalu ada dan berkembang dalam setiap rezim kepemimpinan nasional. "Pernyataan Saiful Mujani tidak usah dikhawatirkan terlalu dalam," ujarnya.
Dukungan PAN untuk Prabowo
Viva Yoga mengklaim bahwa mayoritas masyarakat Indonesia justru mengapresiasi dan merasa puas dengan kinerja Presiden Prabowo. Ia menyebutkan bahwa hal ini dapat dilihat dari beberapa hasil survei yang telah dilakukan. "PAN berpendapat bahwa saat ini mayoritas masyarakat Indonesia mengapresiasi dan merasa puas atas kinerja Presiden Prabowo. PAN akan terus berjuang bersama-sama dengan Presiden Prabowo dalam menuntaskan janji-janji kemerdekaan," tegasnya.
Ia juga menilai wajar jika terdapat kekurangan dalam kepemimpinan Prabowo, mengingat luas negara Indonesia yang mencapai 5,2 juta kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 288 juta jiwa. Viva Yoga menambahkan bahwa celetukan dari Saiful Mujani tidak akan berdampak signifikan dalam mempengaruhi iklim politik nasional.
Kritik terhadap Intelektual
Viva Yoga menyoroti peran seorang intelektual yang seharusnya menyampaikan pengetahuan dengan nalar yang kritis. "Seorang intelektual harusnya orang yang menggunakan pengetahuan dan nalar kritis untuk memahami, mengkritik, dan memberi arah pada kehidupan masyarakat. Berpihak kepada kebenaran dan memiliki integritas dalam kehidupan nyata," imbuhnya.
Ia membandingkan Saiful Mujani dengan tokoh-tokoh seperti Nurcholish Madjid atau Gus Dur, yang menurutnya memiliki akar basis yang besar dan fanatik. Viva Yoga menegaskan bahwa Saiful Mujani tidak memiliki pengaruh yang kuat dalam basis massa.
Penjelasan dari Saiful Mujani
Di sisi lain, Saiful Mujani telah membuka suara terkait potongan video viral yang menampilkan dirinya berbicara soal menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa tidak ada kata makar dalam pernyataan politiknya. Video tersebut viral di media sosial, di mana Saiful Mujani menyatakan, "bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu. Kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan."
Saiful Mujani menjelaskan bahwa pernyataannya itu disampaikan dalam acara halalbihalal dengan tema pengamat yang mau ditertibkan, sebagai respons terhadap ucapan Presiden Prabowo yang ingin menertibkan pengamat berdasarkan data intelijen. "Pernyataan saya adalah sikap politik sebagai warga negara, akademisi, atau ahli ilmu politik. Kebebasan berpendapat dilindungi oleh UUD," katanya.
Ia menekankan bahwa pernyataannya terlalu jauh dari syarat-syarat makar menurut Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru. "Makar itu tindakan fisik menyerang atau mencederai presiden, separatisme, dan lain-lain. Yang saya sampaikan adalah hak politik warga yang dijamin UUD," jelas Saiful Mujani.
Dengan demikian, perdebatan antara PAN dan Saiful Mujani menyoroti dinamika politik nasional, di mana pernyataan kontroversial terus menjadi bahan diskusi publik.



