Menhan Israel Ungkap Netanyahu Putuskan Bunuh Khamenei Sejak November 2025
Menteri Pertahanan Israel, Yoav Katz, mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mengambil keputusan untuk membunuh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sejak bulan November tahun 2025. Pengungkapan ini dilakukan dalam wawancara dengan stasiun televisi N12 Israel pada Jumat, 6 Maret 2026, menyusul tewasnya Khamenei dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.
Pertemuan Rahasia dan Tujuan Strategis
Katz menjelaskan bahwa pada November 2025, Netanyahu mengadakan pertemuan yang sangat tertutup dengan para pejabat tinggi Israel. Dalam forum tersebut, Netanyahu secara resmi menetapkan tujuan strategis untuk melenyapkan Ali Khamenei. "Pada bulan November lalu, kami telah mengadakan pertemuan dengan perdana menteri dalam forum yang sangat tertutup dan perdana menteri menetapkan tujuan untuk melenyapkan Khamenei," kata Katz seperti dikutip dari Reuters.
Rencana ini kemudian dibagikan kepada pemerintah Amerika Serikat di Washington dan dimajukan sekitar bulan Januari 2026. Langkah ini diambil setelah protes besar-besaran meletus di Iran, yang membuat Israel khawatir bahwa para penguasa ulama di Teheran yang berada di bawah tekanan akan melancarkan serangan terhadap Israel dan aset Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Serangan Udara dan Kematian Khamenei
Ali Khamenei tewas pada jam-jam pertama serangan udara gabungan AS-Israel yang dimulai pada hari Sabtu di akhir Februari 2026. Ini merupakan pembunuhan pertama terhadap pemimpin tertinggi Iran melalui serangan udara dalam sejarah konflik regional. Serangan udara tersebut hampir memasuki akhir minggu pertamanya setelah serangan pembuka yang menewaskan para pemimpin negara dan memicu perang regional yang lebih luas.
Israel menyatakan bahwa tujuan operasi ini adalah untuk menghilangkan ancaman eksistensial yang dilihatnya dari program nuklir dan proyek rudal balistik Iran, serta untuk mewujudkan perubahan rezim di negara tersebut. Namun, para penguasa Iran sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda akan melepaskan kekuasaan, meskipun menghadapi tekanan militer dan politik yang signifikan.
Konteks Regional dan Dampaknya
Pengungkapan Katz ini terjadi dalam konteks ketegangan regional yang terus memanas. Serangan udara gabungan AS-Israel telah menyebabkan eskalasi konflik, dengan laporan-laporan tentang ledakan dan serangan balasan di berbagai lokasi, termasuk di jantung Tel Aviv. Situasi ini memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah dan menimbulkan kekhawatiran akan perang yang lebih luas.
Analis keamanan menilai bahwa keputusan Netanyahu untuk menargetkan Khamenei sejak November 2025 mencerminkan strategi Israel yang agresif dalam menghadapi ancaman dari Iran. Langkah ini juga menunjukkan koordinasi yang erat antara Israel dan Amerika Serikat dalam kebijakan luar negeri dan keamanan regional, meskipun berpotensi memicu respons keras dari Iran dan sekutunya di kawasan.
