MPR RI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh
Pimpinan MPR RI telah melakukan kunjungan kerja ke Banda Aceh untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir bandang dan longsor yang melanda delapan kabupaten di Aceh. Bantuan ini disalurkan kepada warga terdampak di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah, sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam masa pemulihan pascabencana.
Duka dan Harapan dari Wakil Ketua MPR RI
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, yang akrab disapa Ibas, menyampaikan duka mendalam atas dampak bencana yang telah menelan korban jiwa serta menyebabkan kerusakan parah pada rumah, fasilitas umum, dan sumber penghidupan masyarakat. Ia menekankan bahwa proses pemulihan tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga pemulihan harapan dan martabat keluarga yang terdampak.
"Masih teringat, sedih dan prihatin hingga hari ini pun masih terasa. Namun kini, yang kita jaga adalah semangat menyambut asa untuk bangkit, bersatu, dan bekerja keras membangun kembali Aceh yang kuat, aman, dan lebih tangguh menghadapi masa depan," ungkap Ibas dalam keterangannya pada Rabu, 11 Februari 2026.
Ibas juga mengapresiasi respons cepat dari Pemerintah Aceh, kepala daerah, aparat, relawan, dan masyarakat sejak akhir tahun 2025. Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi kekuatan vital dalam menghadapi masa sulit ini.
Kondisi Lapangan dan Kebutuhan Mendesak
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, melaporkan bahwa masih ada puluhan ribu warga yang mengungsi, dengan perkiraan sekitar 17.000 kepala keluarga atau 70.000 jiwa. Ia menekankan perlunya percepatan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap untuk menampung para pengungsi.
Bencana ini telah merusak berbagai fasilitas, termasuk pemerintahan, tempat ibadah, sekolah, dayah, fasilitas kesehatan, infrastruktur, dan sektor ekonomi masyarakat. Pemerintah Aceh mengajukan sejumlah kebutuhan untuk percepatan pemulihan, seperti distribusi bantuan ternak sapi meugang, dukungan kelistrikan melalui genset untuk 13 desa terdampak, serta usulan pembiayaan BPJS bagi korban bencana yang ditanggung melalui APBN.
Dukungan dan Komitmen dari MPR RI
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), yang melaporkan dampak bencana. "Kedatangan kami ke Aceh ini adalah untuk menindaklanjuti laporan tersebut sekaligus melihat langsung kondisi di lapangan," tegas Muzani.
MPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemulihan Aceh dan mengapresiasi kerja keras Kepala Satgas, BNPB, pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh elemen masyarakat. Sebagai bentuk konkret, MPR RI menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 15.000 paket sembako dan 15.000 paket perlengkapan ibadah, yang juga dimaksudkan untuk membantu masyarakat menyambut bulan Ramadhan.
Optimisme dan Langkah Ke Depan
Ibas optimistis bahwa Aceh dapat bangkit melalui rekonstruksi yang terencana dan berbasis data, sejalan dengan verifikasi yang dilakukan BNPB sejak Desember 2025 hingga awal 2026. Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan bencana ini sebagai momentum memperkuat mitigasi dan pembangunan berkelanjutan, dengan fokus pada perlindungan masa depan anak-anak.
"Pemulihan bukan sekadar membangun ulang rumah, tetapi membangun kembali harapan, kepercayaan, serta masa depan anak-anak Aceh yang lebih terlindungi," tambahnya. Ibas menegaskan bahwa MPR RI akan mengawal proses pemulihan agar berjalan sesuai amanat konstitusi, dengan prinsip transparansi, keadilan, dan tepat sasaran.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan MPR RI, perwakilan fraksi, DPD RI, serta pejabat pemerintah Aceh dan daerah terdampak, menunjukkan solidaritas nasional dalam mendukung pemulihan Aceh.