Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Pemotongan Gaji Menteri dan Reshuffle Kabinet
Mensesneg: Belum Ada Rencana Potong Gaji Menteri dan Reshuffle

Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Pemotongan Gaji Menteri dan Reshuffle Kabinet

Isu pemotongan gaji menteri dan anggota DPR mencuat di tengah dampak konflik di Timur Tengah, namun pemerintah menegaskan belum ada pembahasan serius mengenai hal tersebut. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa hingga saat ini, rencana pemotongan gaji belum sampai pada tahap pembahasan formal.

Pernyataan Resmi di Istana Kepresidenan

Dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (8/4/2026), Prasetyo Hadi dengan tegas menyatakan, "Belum, belum sampai dibahas" terkait wacana pemotongan gaji menteri dan anggota DPR. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap isu yang berkembang di masyarakat, terutama dalam konteks tekanan ekonomi global akibat konflik di Timur Tengah.

Selain itu, Prasetyo juga memastikan bahwa belum ada rencana perombakan kabinet (reshuffle) dalam waktu dekat oleh Presiden Prabowo Subianto. "Belum ada", tegasnya, menepis spekulasi yang beredar mengenai kemungkinan perubahan susunan kabinet.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Evaluasi Kinerja sebagai Proses Rutin

Meskipun reshuffle belum direncanakan, Prasetyo menekankan bahwa evaluasi terhadap kinerja kabinet tetap dilakukan secara berkala sebagai bagian dari mekanisme pemerintahan yang sehat. "Dalam berbagai kesempatan selalu kami sampaikan bahwa kalau pertanyaannya apakah ada evaluasi terhadap kinerja kabinet, tentu itu setiap saat, setiap hari, setiap waktu tentu terjadi evaluasi", ujarnya, seperti dilansir dari Antara.

Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa para pembantu presiden menjalankan tugas sesuai dengan arahan dan target pemerintah. Namun, Prasetyo menegaskan bahwa evaluasi kinerja tidak selalu berujung pada pergantian jabatan menteri. "Bukan berarti kemudian langsung dimaknai bahwa setiap evaluasi itu akan selalu kemudian berujung dengan terjadinya pergantian. Tidak seperti itu juga", imbuhnya.

Konteks dan Dampak Isu

Isu pemotongan gaji menteri muncul di tengah situasi ekonomi yang dipengaruhi oleh konflik di Timur Tengah, yang berpotensi memengaruhi stabilitas finansial negara. Wacana ini sempat menimbulkan keresahan di kalangan publik, namun penegasan dari Mensesneg diharapkan dapat meredam spekulasi yang tidak berdasar.

Pemerintah melalui pernyataan Prasetyo Hadi ingin menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pada evaluasi rutin dan peningkatan kinerja, bukan pada perubahan struktural yang drastis seperti pemotongan gaji atau reshuffle kabinet. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas dan efektivitas dalam menjalankan pemerintahan.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak terpancing oleh isu-isu yang belum terbukti kebenarannya, dan lebih mempercayai informasi resmi dari pemerintah terkait kebijakan dan rencana ke depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga