Megawati Kumpulkan Pengurus Daerah PDIP, Beri Peringatan Keras Soal Korupsi dan Tata Kelola Keuangan
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri secara resmi membuka agenda penguatan organisasi bagi ketua, sekretaris, dan bendahara (KSB) pengurus daerah se-Indonesia di Sekolah Partai, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Acara ini dihadiri ratusan pengurus secara luring dan daring melalui aplikasi Zoom, dengan kehadiran Megawati didampingi Sekjen Hasto Kristiyanto serta jajaran DPP PDIP lainnya seperti Djarot Saiful Hidayat, Andreas Hugo Pareira, dan Yasonna H. Laoly.
Penekanan Disiplin dan Ideologi Partai
Pembukaan acara diawali dengan penekanan disiplin yang sangat ketat. Menurut Djarot Saiful Hidayat, materi pelatihan mencakup aspek ideologi, geopolitik, Pancasila, narasi pembebasan rakyat tertindas, hingga kepemimpinan dan manajerial untuk mengoptimalkan fungsi organisasi partai. Hasto Kristiyanto menambahkan bahwa Sekolah Partai merupakan tempat pelembagaan ideologi, di mana seluruh kader PDIP diminta memiliki semangat menyala-nyala dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
Peringatan Keras Megawati Soal Korupsi dan Kerja Lapangan
Dalam arahannya, Megawati menegaskan pentingnya memahami pemikiran kritis-dialektis Bung Karno agar kader memiliki visi masa depan yang kokoh di tengah rakyat. Ia memberikan peringatan keras kepada kader yang tidak mau bekerja maksimal di lapangan, dengan tegas melarang korupsi. "Saya akan memberikan peringatan keras kepada kader yang tidak mau bekerja secara maksimal di lapangan. Dilarang korupsi. Turun ke bawah rasakan denyut kehidupan rakyat. Di situlah kalian akan memahami politik sebagai kehidupan," ujarnya.
Analisis Situasi Global dan Instruksi Kebijakan Dalam Negeri
Megawati juga memaparkan analisis mengenai situasi global, termasuk memperingatkan dampak ketegangan Iran-Israel di Selat Hormuz terhadap perekonomian dalam negeri dan ketegangan global. Ia menginstruksikan para kepala daerah dan pimpinan dewan dari PDIP untuk mengambil kebijakan terobosan dalam penghematan anggaran, memastikan kebutuhan pangan rakyat, dan membuat mobilisasi kerja padat karya. Di sisi lain, Megawati menyampaikan laporan para ibu tentang kenaikan harga barang pokok seperti cabai, yang seharusnya mendorong kader PDIP untuk tidak diam.
Tata Kelola Organisasi dan Larangan Campur Uang Pribadi
Megawati membedah peran pengurus secara spesifik, dengan instruksi bahwa ketua harus mampu mengguyubkan seluruh anggota hingga level bawah, sekretaris bertanggung jawab atas operasional partai, dan bendahara dilarang keras mencampur uang pribadi dengan uang organisasi. "Kalau bendahara, uang jangan dikekep sendiri (dipegang sendiri). Kita punya tabungan-tabungan dana abadi loh. Ketua harus bisa mengguyubkan orang-orangnya. Sekretaris itu tanggung jawab jalannya partai," jelasnya. Ia menekankan bahwa tata kelola keuangan partai harus benar, dengan contoh dirinya sebagai ketua umum yang tidak pernah menyentuh uang organisasi.
Kewajiban Rapat Rutin dan Tujuan Akhir Partai
Megawati mewajibkan pengurus daerah untuk mengadakan rapat rutin minimal seminggu sekali setiap hari Selasa dengan sistem absensi ketat, serta memastikan kantor sekretariat partai di daerah selalu siap melayani rakyat. Tujuan akhir dari seluruh gemblengan ini adalah membangun partai yang kuat secara ideologis untuk memenangkan hati rakyat, dengan PDIP diharapkan menjadi Soko Guru atau pilar utama bagi negara dan bangsa. "Kemenangan bagi kita bukan sekadar kemenangan elektoral. Kemenangan bagi kita adalah ketika rakyat merasakan kehadiran partai. Ketika rakyat merasakan keadilan," imbuh Megawati.



