Megawati Berduka Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Ajak Kekuatan Politik Bersatu
Megawati Berduka Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Ajak Bersatu

Megawati Berduka Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Ajak Kekuatan Politik Bersatu

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) setelah serangan Israel. Megawati mengajak seluruh kekuatan politik untuk bersatu dalam menuntut keadilan bagi para prajurit yang gugur tersebut.

Surat Edaran PDIP Ungkap Dukungan dan Tuntutan

Hal ini disampaikan melalui surat edaran yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah pada Senin, 30 Maret 2026. Dalam surat tersebut, Megawati telah memberikan instruksi kepada seluruh jajaran PDIP untuk memberikan penghormatan kepada almarhum prajurit.

"Megawati Soekarnoputri dan seluruh keluarga besar PDI Perjuangan menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Prajurit TNI Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL Praka Farizal Rhomadhon yang gugur sebagai kusuma bangsa dalam menjalankan tugas negara sebagai pasukan yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon," demikian bunyi surat edaran yang dikutip pada Kamis, 2 April 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

PDIP juga menyatakan komitmen untuk membantu keluarga korban, termasuk memberikan santunan rumah dan beasiswa bagi anak korban yang saat ini baru berusia dua tahun. Partai ini menyampaikan penghormatan yang sangat tinggi kepada para prajurit yang gugur, menilai mereka sebagai perisai dan perwujudan nyata dari amanat UUD 1945.

Kutukan dan Desakan Investigasi Independen

PDIP mengutuk keras setiap tindakan yang mengakibatkan jatuhnya korban di kalangan personel perdamaian PBB. Partai ini menilai serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 dan hukum humaniter internasional.

Lebih lanjut, PDIP mendesak dilakukannya investigasi independen terhadap peristiwa tersebut dan mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil peran kepemimpinan di antara negara-negara pengirim pasukan. Tujuannya adalah untuk memperkuat rezim perlindungan personel perdamaian PBB, termasuk melalui kajian ulang Rules of Engagement yang lebih protektif.

Ajakan Bersatu untuk Keadilan dan Keselamatan

Megawati melalui PDIP mengajak semua kekuatan politik nasional untuk bersatu dan bekerja sama dalam menuntut keadilan bagi prajurit yang gugur serta memastikan keselamatan lebih dari 1.200 prajurit Indonesia yang masih bertugas di Lebanon. Ajakan ini menekankan pentingnya solidaritas nasional dalam menghadapi tragedi ini.

PDIP juga menegaskan bahwa selama hampir tujuh dekade, Kontingen Garuda telah menjadi mahkota diplomasi Indonesia di kancah dunia, membuktikan bahwa bangsa ini tidak hanya berbicara tentang perdamaian, tetapi juga bersedia berkorban untuk mewujudkannya di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga