Ketua MPR Serukan Hentikan Perang Timteng: Bencana Kemanusiaan Terbesar Abad Ini
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, secara tegas menyerukan penghentian konflik bersenjata di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Dalam pidatonya, Muzani menyebut situasi tersebut sebagai bencana kemanusiaan terbesar yang sedang terjadi di dunia saat ini.
Pernyataan Tegas dalam Ceramah Kebangsaan
Seruan ini disampaikan Muzani dalam acara 'Ceramah Kebangsaan' yang digelar di Perguruan Taman Siswa, Yogyakarta, pada Senin (6/4/2026). Dalam paparannya, politikus Partai Gerindra ini menjelaskan bahwa perang yang berkecamuk di kawasan Timur Tengah bukan hanya mengancam stabilitas regional, tetapi telah menjadi ancaman global dengan konsekuensi yang luas.
"Suasana perang yang sekarang sedang berkecamuk di Iran, antara Iran melawan Amerika dan Israel, adalah bencana besar bagi kemanusiaan, bencana besar bagi ekonomi, dan bencana besar bagi peradaban dan ekologi alam kita," tegas Muzani di hadapan peserta ceramah.
Dampak Global yang Sudah Mulai Terasa
Meskipun lokasi konflik berjarak ribuan kilometer dari Indonesia, Muzani mengungkapkan bahwa dampaknya sudah mulai dirasakan oleh masyarakat Indonesia dan negara-negara di Asia Tenggara. Dia menyebutkan beberapa negara tetangga yang sudah mengalami kenaikan harga berbagai bahan pokok sebagai akibat dari ketegangan di Timur Tengah.
"Kenapa perang meskipun jauh sekali dari tempat ini, ribuan kilometer terjadi dari Yogyakarta, tapi dampaknya kita sudah mulai terasa. Negara-negara tetangga kita Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Vietnam, sudah mulai menaikkan berbagai macam harga-harga. Banyak negara-negara termasuk Australia, kebutuhan barang pokok mulai naik," jelasnya.
Muzani menegaskan bahwa fenomena kenaikan harga ini bukan disebabkan faktor lain, melainkan langsung berkaitan dengan konflik di Timur Tengah yang telah mengganggu rantai pasokan global dan stabilitas ekonomi dunia.
Efek Merusak Perang yang Tak Kenal Belas Kasih
Mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto, Muzani mengingatkan bahwa perang adalah fenomena yang kejam dan tidak mengenal belas kasihan. Dia menggambarkan bagaimana konflik bersenjata menghancurkan infrastruktur vital yang seharusnya dilindungi dalam situasi apa pun.
"Sekolah dihancurkan, rumah sakit dihancurkan, air minum dihancurkan, listrik dihancurkan, rumah sakit pun dihancurkan, tidak mengenal batas-batas kasihan," ujarnya dengan nada prihatin.
Muzani juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo yang berulang kali menekankan pentingnya menghindari perang: "Saya ini tentara, saya ini tukang perang, jangan sampai ada perang karena perang itu jahat, perang itu berbahaya, perang itu tidak mengenal belas kasihan."
Seruan untuk Penghentian Konflik dan Peran Indonesia
Dari mimbar yang dihormatinya, Ketua MPR secara resmi menyerukan kepada semua negara yang terlibat dalam peperangan untuk menghentikan seluruh kegiatan militer di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, konflik ini telah menyebabkan krisis multidimensi yang serius.
"Perang telah menyebabkan dunia krisis ekonomi, krisis energi, krisis kemanusiaan, krisis ekologi, dan perang itu tidak mengenal belas kasihan apa pun," papar Muzani.
Lebih lanjut, dia menekankan pentingnya peran aktif Indonesia dalam upaya pencapaian perdamaian dunia. Muzani menyatakan bahwa Indonesia harus terlibat dalam setiap proses perundingan dan diplomasi untuk menyelesaikan konflik ini.
"Indonesia harus terlibat aktif dalam upaya mencari perdamaian, Indonesia harus terlibat aktif dalam mencari solusi, Indonesia harus terlibat aktif dalam setiap perundingan. Kita harus kembali kepada perundingan, kepada diplomasi," tutupnya dengan penuh keyakinan.
Pernyataan Ketua MPR ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan global akibat konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Seruan untuk perdamaian ini diharapkan dapat mendorong langkah-langkah diplomatik yang lebih intensif dari komunitas internasional.



