Kenneth DPRD DKI Desak Evaluasi Total Pengelolaan Sampah Usai 4 Tewas di Bantargebang
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi longsor di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang menewaskan empat orang dan melukai dua lainnya pada Senin, 9 Maret 2026. Peristiwa ini dinilainya sebagai tragedi kemanusiaan yang menjadi peringatan serius tentang kondisi pengelolaan sampah di Jakarta yang semakin mengkhawatirkan.
Kritik Terhadap Manajemen Sampah yang Tidak Optimal
Dalam keterangannya, Kenneth mengkritik manajemen pengelolaan sampah di TPST Bantargebang yang selama ini menampung sebagian besar sampah dari Jakarta dengan volume sangat besar setiap harinya. "Tanpa penataan yang serius dan sistem pengelolaan yang lebih modern, risiko bencana seperti longsor, kebakaran, pencemaran lingkungan, hingga ancaman keselamatan bagi para pekerja dan masyarakat sekitar akan terus terjadi," tegasnya.
Ia mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terkait penyebab longsor tersebut. Evaluasi dinilai penting terhadap sistem keamanan, manajemen penumpukan sampah, dan standar keselamatan bagi pekerja di kawasan TPST Bantargebang. "Saya meminta Pemprov DKI segera melakukan evaluasi total terhadap sistem pengelolaan dan keamanan di Bantargebang. Keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama," ujar anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.
Momentum untuk Transformasi Sistem Pengelolaan Sampah
Kenneth menilai peristiwa ini harus menjadi momentum untuk pembenahan besar terhadap sistem pengelolaan sampah di Jakarta, yang selama ini masih sangat bergantung pada metode penumpukan atau landfill yang semakin penuh. "Jakarta sangat membutuhkan transformasi sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, berkelanjutan, dan berbasis teknologi," tambah Ketua IKAL PPRA LXII Lemhannas RI itu.
Beberapa langkah strategis yang ia usulkan antara lain:
- Memperkuat program pengurangan sampah dari sumbernya melalui pemilahan sampah di tingkat rumah tangga.
- Memperluas jaringan bank sampah di tingkat RW dan kelurahan.
- Meningkatkan edukasi masyarakat untuk memisahkan sampah organik dan anorganik sejak awal.
Dengan cara tersebut, volume sampah yang masuk ke TPST Bantargebang dapat ditekan secara signifikan.
Dorongan untuk Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi
Kenneth juga mendorong percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi, seperti:
- Waste to energy.
- Refuse derived fuel (RDF).
- Fasilitas pengolahan kompos untuk sampah organik.
Diversifikasi metode pengolahan ini dinilai sangat penting agar Bantargebang tidak lagi menjadi satu-satunya tumpuan pembuangan akhir bagi sampah Jakarta.
Penataan Kawasan dan Perlindungan Pekerja
Ia menekankan pentingnya penataan kawasan TPST Bantargebang sebagai prioritas, dengan memperbaiki sistem zonasi penumpukan sampah agar tidak terjadi penumpukan terlalu tinggi yang berpotensi longsor. Infrastruktur pendukung seperti sistem drainase, penguatan lereng, dan sistem pemantauan stabilitas timbunan sampah perlu diperbarui dengan standar keselamatan yang lebih ketat.
Kenneth juga menyoroti perlunya perlindungan bagi para pekerja dan pemulung di Bantargebang, yang kerap berada dalam kondisi kerja berisiko tinggi. Pemerintah diminta memastikan adanya perlindungan keselamatan kerja, penyediaan alat pelindung diri, dan sistem pengawasan yang lebih baik.
Data Korban dan Harapan ke Depan
Sebelumnya, sebanyak enam korban insiden longsor sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, berhasil ditemukan pada Minggu, 8 Maret 2026 malam. Data korban hingga pukul 20.15 WIB menunjukkan dua orang selamat, yaitu Setiabudi dan Johan, serta empat orang tewas, yaitu Enda Widayanti (25), Sumine (60), Dedi Sutrisno, dan Irwan Suprihatin.
Kenneth menegaskan akan terus mengawal pembenahan tata kelola sampah agar kejadian serupa tidak terulang. "Sekali lagi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga ini menjadi titik balik untuk reformasi sistem pengelolaan sampah di Jakarta yang lebih aman, modern, dan berkelanjutan," pungkasnya.



