JK Klaim Jokowi Jadi Presiden Berkat Dirinya, Dapat Respons Beragam
JK Klaim Jokowi Jadi Presiden Berkat Dirinya (20.04.2026)

JK Ungkit Peran Penting dalam Karier Politik Jokowi

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), membuat pernyataan mengejutkan dengan mengklaim bahwa Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), menjadi presiden berkat dirinya. Pernyataan ini disampaikan JK saat jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan pada Sabtu, 18 April 2026, sebagai respons atas tuduhan dari Rismon Sianipar terkait kasus ijazah Jokowi.

JK mengungkapkan kekesalannya karena dituduh memberikan dana Rp 5 miliar dalam kasus tersebut. "Ini soal Rismon ini sudah melibatkan semua orang, dituduhlah saya, dituduh Puan, dituduh SBY, dituduh siapa. Itu pengalihan saja. Jadi saya marah kenapa? Apalagi saya dituduh kasih Rp 5 M, mana saya kasih Rp 5 M? Ketemu aja tidak tahu saya, kenal pun tidak," kata JK.

Klaim JK: Dari Solo ke Jakarta Hingga Kursi Presiden

JK menegaskan bahwa dialah yang membawa Jokowi dari Solo ke Jakarta dan menyodorkan namanya ke Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, untuk pilkada DKI Jakarta. "Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya," tegas JK. Dia juga mengungkapkan bahwa Megawati tidak mau menandatangani pencalonan Jokowi sebagai presiden jika bukan JK yang menjadi wakil presidennya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menurut JK, Megawati memintanya untuk membimbing Jokowi karena kurang pengalaman. "'Kenapa Bu saya mesti wakil?', 'karena Pak JK yang paling berpengalaman, bimbinglah dia'. Aduh saya mau pulang kampung waktu itu mau pulang ke Makassar, Ibu Mega bilang 'jangan, Pak Yusuf dampingi. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Yusuf'," imbuhnya.

Respons Jokowi: Hanya Orang Kampung

Jokowi merespons pernyataan JK dengan sikap rendah hati. Di kediamannya di Banjarsari, Surakarta, pada Senin, 20 April 2026, Jokowi mengatakan, "Ya saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung." Dia enggan berkomentar lebih lanjut mengenai klaim JK bahwa negara bisa hancur karena dirinya, dengan menyatakan bahwa penilaian bukanlah urusannya.

PDIP Tak Terusik, Projo Tepis Klaim JK

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, menyatakan bahwa partainya tidak terusik dengan pernyataan JK. Andreas menyarankan agar pertanyaan ditujukan langsung ke Jokowi, karena pernyataan JK diduga diarahkan kepadanya. "Gak terusik, dan gak ada urusan dengan bos nya para Termul. Tanya bos Termul. Dia perlu bertanggung jawab terhadap ternak-ternaknya," ucap Andreas.

Sementara itu, Relawan Pro Jokowi (Projo) membantah klaim JK. Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, menegaskan bahwa Jokowi menjadi presiden karena kehendak rakyat, bukan peran satu individu. "Kami menegaskan bahwa kemenangan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia adalah hasil dari kehendak dan kepercayaan rakyat Indonesia," kata Freddy. Dia menekankan peran kolektif relawan, PDIP, dan masyarakat dalam proses demokrasi.

Polemik ini menyoroti dinamika politik Indonesia, dengan berbagai pihak menjaga narasi kebangsaan yang sehat. Projo mengajak semua pihak untuk tidak menyederhanakan proses demokrasi menjadi klaim personal, melainkan menjunjung tinggi semangat persatuan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga