Istana Tegaskan Belum Ada Calon Resmi Ketua OJK, Misbakhun Fokus Tugas Partai
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan tanggapan resmi terkait kabar yang beredar bahwa Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun masuk dalam bursa calon Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam pernyataannya yang disampaikan kepada wartawan pada Selasa, 10 Februari 2026, Prasetyo dengan tegas menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada nama-nama calon pimpinan OJK yang resmi.
Pansel Baru Dibentuk, Usulan Nama Masih Dirahasiakan
Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa panitia seleksi (pansel) calon pimpinan OJK memang baru saja dibentuk. Meskipun pemerintah telah menerima beberapa usulan nama calon dari berbagai unsur, termasuk dari Kementerian Keuangan, Mensesneg memilih untuk tidak mengungkapkan detail nama-nama tersebut kepada publik. "Beberapa sudah. Karena itu kan, apa namanya, berasal dari berbagai unsur ya. Ada yang dari Kementerian Keuangan, kami menerima usulan nama-nama untuk menjadi anggota Pansel," jelas Prasetyo.
Pemerintah menaruh harapan besar agar anggota Dewan Komisioner OJK yang baru nantinya merupakan sosok-sosok yang benar-benar kompeten dan ahli di bidang jasa keuangan. Hal ini dianggap sangat krusial untuk menjaga stabilitas ekosistem keuangan nasional. Prasetyo menekankan pentingnya mencegah terulangnya kejadian seperti masalah yang sempat melanda bursa saham beberapa waktu lalu. "Kita harus berhasil menemukan pimpinan OJK yang betul-betul, satu, jelas menguasai bidangnya. Yang kedua juga harus mengerti bahwa peranan OJK sangat penting dalam menjaga ekosistem jasa keuangan kita supaya kejadian seperti kemarin tidak terulang kembali," tegasnya.
Respons Misbakhun: Belum Tahu dan Fokus pada Tugas Partai
Di sisi lain, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun membuka suara mengenai isu pencalonannya sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK. Dalam pertemuan dengan awak media di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Rabu, 4 Februari 2026, Misbakhun mengaku belum mengetahui kabar bahwa namanya masuk dalam bursa pencalonan untuk posisi tersebut.
Misbakhun menegaskan bahwa saat ini fokus utamanya adalah menjalankan mandat dari Partai Golkar sebagai Ketua Komisi XI DPR. "Saya belum tahu. Sampai saat ini tugas partai saya, saya adalah Ketua Komisi XI," ungkapnya. Dia juga menyatakan enggan untuk berandai-andai menempati posisi Ketua OJK dan menolak berbicara lebih jauh mengenai kemungkinan tersebut. "Tugas dari partai saya, Ketua Umum saya menugaskan saya Ketua Komisi XI. Saya tidak berandai-andai," tegas Misbakhun.
Latar Belakang Kekosongan Pimpinan OJK
Posisi Ketua Dewan Komisioner OJK saat ini memang sedang kosong secara definitif setelah mundurnya Mahendra Siregar. Gejolak di pasar modal pekan lalu turut memicu sejumlah pengunduran diri pejabat OJK, termasuk:
- Mahendra Siregar dari posisi Ketua DK OJK
- Mirza Adityaswara dari posisi Wakil Ketua DK OJK
- Inarno Djajadi dari posisi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK)
Saat ini, Friderica Widyasari Dewi ditunjuk sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Ketua dan Wakil Ketua DK OJK untuk mengisi kekosongan sambil menunggu proses seleksi calon pimpinan yang baru selesai. Situasi ini semakin menyoroti pentingnya penunjukkan pimpinan OJK yang tepat guna memulihkan kepercayaan dan menjaga stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia.



