Iran dan Hizbullah Luncurkan Serangan Udara Gabungan ke Israel
Jakarta - Konflik di Timur Tengah kembali memanas dengan dilancarkannya serangan udara gabungan oleh Iran dan sekutunya dari Lebanon, kelompok Hizbullah. Garda Revolusi Iran mengklaim telah melaksanakan operasi terintegrasi yang menyasar lebih dari 50 target di wilayah Israel pada dini hari waktu setempat, Kamis (12/3/2026).
Operasi Gabungan dengan Rudal dan Drone
Menurut pernyataan resmi yang dikutip dari kantor berita Fars dan Tasnim, operasi ini melibatkan serangan rudal dari Iran yang dikoordinasikan secara bersamaan dengan tembakan rudal dan drone dari Hizbullah. Serangan ini merupakan eskalasi terbaru dalam ketegangan regional yang telah berlangsung lama.
"Kami telah melaksanakan operasi gabungan dan terintegrasi yang melibatkan kekuatan udara kami bersama sekutu dari Lebanon," ujar pernyataan Garda Revolusi seperti dilansir AFP.
Target Utama: Pangkalan Militer Israel dan AS
Lebih dari 50 target menjadi sasaran dalam serangan ini, dengan fokus pada lokasi-lokasi strategis militer. Berikut adalah beberapa target utama yang diidentifikasi:
- Pangkalan militer Israel di Haifa, Tel Aviv, dan Beersheba
- Pangkalan militer Amerika Serikat di Al-Kharj, Arab Saudi
- Pangkalan militer Amerika Serikat di Al-Azraq, Yordania
Meskipun pesan peringatan telah dikeluarkan di Arab Saudi, tidak ada laporan kerusakan yang signifikan dari wilayah tersebut. Sementara itu, pihak Yordania menyatakan tidak ada serangan yang terjadi di wilayah mereka.
Konflik Regional yang Semakin Meluas
Serangan ini terjadi dalam konteks konflik yang semakin meluas di Timur Tengah. Saat ini, ketegangan tidak hanya melibatkan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat, tetapi juga pertempuran antara Israel dengan kelompok militan Lebanon, Hizbullah.
Sebagai respons, militer Israel telah melancarkan serangan balasan ke wilayah Lebanon pada Rabu (11/3/2026) waktu setempat. Israel menyebut serangan tersebut sebagai gelombang serangan skala besar yang bertujuan menghancurkan infrastruktur Hizbullah di Dahiyeh, pinggiran selatan ibu kota Lebanon.
"Serangan kami difokuskan untuk melumpuhkan kemampuan militer Hizbullah di wilayah yang mereka kendalikan," klaim pihak Israel.
Eskalasi ini menandai babak baru dalam konflik regional yang telah menelan banyak korban dan menyebabkan ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah. Para pengamat internasional mengkhawatirkan dampak lebih luas dari pertempuran ini terhadap keamanan global dan stabilitas ekonomi.
