Fakta Cek: Narasi Prabowo Panggil Jokowi ke Istana untuk Tunjukkan Ijazah Terbukti Hoaks
Beredar narasi viral di media sosial yang mengklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto memanggil mantan presiden Joko Widodo ke Istana Merdeka, Jakarta, untuk menunjukkan ijazah aslinya. Namun, berdasarkan penelusuran mendalam oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut ternyata tidak benar dan termasuk dalam kategori informasi palsu atau hoaks.
Asal Muasal Narasi Hoaks yang Menyebar di Facebook
Narasi yang menyebutkan bahwa Prabowo memanggil Jokowi ke Istana Merdeka untuk menunjukkan ijazah asli pertama kali dibagikan oleh beberapa akun Facebook pada Selasa, 10 Maret 2026. Akun-akun tersebut memposting konten dengan klaim yang sensasional, namun tanpa disertai bukti atau sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Tim Cek Fakta Kompas.com telah melakukan verifikasi terhadap narasi ini dan menemukan bahwa tidak ada pernyataan resmi dari pihak Istana Merdeka, Presiden Prabowo Subianto, maupun mantan presiden Joko Widodo yang mendukung klaim tersebut. Selain itu, tidak ada agenda pertemuan resmi antara kedua tokoh tersebut yang tercatat pada tanggal yang disebutkan.
Analisis dan Bantahan Terhadap Klaim Hoaks
Dalam analisisnya, Tim Cek Fakta Kompas.com menekankan bahwa narasi ini kemungkinan besar dibuat untuk menciptakan kontroversi dan menyebarkan informasi yang menyesatkan publik. Beberapa poin yang menjadi dasar bantahan meliputi:
- Tidak adanya konfirmasi dari sumber resmi: Baik dari kantor presiden maupun tim komunikasi Joko Widodo tidak mengeluarkan pernyataan terkait pemanggilan tersebut.
- Ketidaksesuaian dengan fakta jadwal kegiatan: Pada tanggal 10 Maret 2026, tidak ada catatan agenda pertemuan antara Prabowo dan Jokowi di Istana Merdeka.
- Pola penyebaran hoaks yang umum: Narasi serupa sering kali muncul di media sosial dengan tujuan memanipulasi opini publik, terutama terkait isu-isu politik sensitif.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu kritis dan memverifikasi informasi sebelum membagikannya, terutama yang berasal dari sumber yang tidak jelas. Hoaks semacam ini dapat menimbulkan kebingungan dan merusak kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.
