Hanya 5 Km dari Istana: Harapan Warga Bantaran Rel Senen Usai Blusukan Prabowo
Harapan Warga Bantaran Rel Senen Usai Blusukan Prabowo

Hanya 5 Kilometer dari Istana: Harapan Hidup Layak yang Dititipkan Warga Bantaran Rel Senen

Hari masih sore ketika Robi, warga yang telah puluhan tahun tinggal di bantaran rel Senen, Kelurahan Kramat, Jakarta Pusat, melihat wajah-wajah asing di lingkungannya. Kamis, 26 Maret 2026, sekitar pukul 16.00 WIB, kedatangan orang-orang tak dikenal itu menimbulkan kehebohan di antara penduduk setempat. Dari bisik-bisik tetangga, Robi mendengar kabar tentang "kejutan" yang akan datang, awalnya diduga kunjungan Gubernur Jakarta atau wakilnya. Namun, tebakan itu meleset jauh.

Kedatangan Mendadak yang Mengubah Suasana

Ternyata, yang datang adalah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dengan mengenakan kemeja biru dongker dan topi coklat, ia turun dari mobil dan melangkah melewati tumpukan sampah menuju pemukiman padat di belakang Pasar Gaplok, tepat di pinggir rel kereta api. "Mendadak, sekitar jam 4 sore," kenang Robi saat diwawancarai Liputan6.com pada Jumat, 27 Maret 2026.

Warga yang biasanya beraktivitas di area tersebut langsung berbondong-bondong keluar rumah, berpakaian seadanya, untuk menyambut sang presiden. Mereka berdesakan dan berebut bersalaman, tak terkecuali anak-anak yang ikut larut dalam kerumunan. Suara "Sabar, gantian ya" terdengar di antara keriuhan. Prabowo dengan sabar mengulurkan tangan, menyalami satu per satu, dan sesekali berhenti untuk berbincang, mendengarkan keluh kesah masyarakat yang telah lama menghadapi kehidupan penuh risiko di bantaran rel.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Impian Tinggal di Rusun yang Kian Nyata

Dalam percakapan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan rencana untuk memindahkan warga ke rumah susun (rusun). Bagi Robi dan tetangganya, ini adalah impian yang selama ini didambakan. Hidup di rusun berarti terbebas dari guncangan setiap kali kereta melintas dan ancaman kecelakaan yang selalu mengintai. "Ya kalau dibikinin itu ya mau aja. Yang namanya dibikinin tempat," ujar Robi dengan penuh harap.

Harapan itu bukan tanpa alasan. Robi sendiri pernah merasakan pahitnya penggusuran ketika gubuknya dibongkar karena tanah tersebut merupakan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Ia pasrah, namun kini merasa ada secercah cahaya setelah kunjungan presiden pertama yang blusukan langsung ke kawasan itu. Jarak yang hanya 4-5 kilometer dari Istana Negara, jika dihitung via Google Maps, seakan mempertegas bahwa harapan untuk hidup layak sebenarnya tak jauh dari pusat kekuasaan.

Perintah Langsung untuk Realisasi Cepat

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa sepulang dari blusukan, Presiden Prabowo langsung mengumpulkan para menteri terkait pada malam harinya. "Presiden Prabowo langsung memerintahkan Menteri Perumahan, Menteri Pekerjaan Umum, Dirut Perumnas, dan KAI serta beberapa pejabat terkait untuk membangun rumah hunian bagi warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta api," jelas Teddy seperti dikutip dari Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Jumat, 27 Maret 2026.

Tim telah bergerak untuk menyiapkan proses pembangunan hunian baru yang letaknya tidak jauh dari kawasan asli tinggal warga. Teddy menegaskan bahwa presiden menginginkan warga tersebut segera mendapatkan tempat tinggal dan fasilitas mandi cuci kakus (MCK) yang layak, mengingat mereka telah puluhan tahun hidup dalam kondisi terbatas di bantaran rel.

Bagi warga seperti Robi, jejak kaki Prabowo di bantaran rel Senen bukan sekadar momen kejutan, melainkan titipan harapan nyata untuk masa depan yang lebih baik. Impian tinggal di rusun, yang selama ini terasa jauh, kini seakan berada dalam genggaman, membawa angin segar bagi kehidupan mereka yang penuh tantangan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga