Fadli Zon Apresiasi Keputusan Prabowo Pertahankan Harga BBM Bersubsidi
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyatakan bahwa keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi merupakan langkah yang sangat tepat. Dalam sebuah diskusi yang digelar di Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, pada Rabu (8/4/2026), Fadli menegaskan bahwa peran utama seorang pemimpin adalah memastikan harga-harga kebutuhan pokok, termasuk BBM, tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Tugas Pemimpin Adalah Menjamin Keterjangkauan Harga
"Sebagai sebuah negara, justru tugas pemimpin adalah bagaimana membuat harga-harga itu affordable, dapat dijangkau oleh masyarakat," ujar Fadli Zon dengan tegas. Dia menjelaskan bahwa jika harga BBM disesuaikan dengan fluktuasi pasar internasional, hal tersebut berpotensi memicu kemarahan dan kesulitan hidup yang lebih besar di kalangan rakyat.
"Bayangkan apabila harga BBM disesuaikan dengan harga pasar, pasti masyarakat akan marah dan hidupnya akan semakin susah," tambahnya. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi daya beli masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.
Tanggapan Terhadap Usulan Jusuf Kalla
Fadli Zon juga memberikan respons terhadap usulan yang disampaikan oleh Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), yang mengusulkan pengurangan subsidi BBM di tengah krisis energi global. Menurut Fadli, usulan tersebut mencerminkan perbedaan cara pandang atau mazhab dalam mengelola kebijakan energi.
"Iya, pertama tadi ya, kalau Pak JK itu seperti yang saya bilang tadi, ini persoalan mazhab," ucapnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pemerintah saat ini memilih untuk tetap mempertahankan subsidi sebagai bentuk keberpihakan kepada rakyat, meskipun terdapat pandangan berbeda dari kalangan tertentu.
Kebijakan ini dinilai sebagai wujud nyata dari komitmen pemerintahan Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas ekonomi dan meringankan beban hidup masyarakat. Dengan tidak menaikkan harga BBM bersubsidi, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa mendatang.



