Anggota DPR AS Desak Pemakzulan Trump, Soroti Dugaan Gejala Demensia
Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat dari Partai Demokrat secara resmi mendorong proses pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump. Desakan ini muncul setelah mereka menyoroti dugaan adanya penurunan kognitif atau gejala demensia yang dinilai dapat memengaruhi kepemimpinannya secara signifikan.
Permintaan Pemakzulan Menguat Setelah Kontroversi
Permintaan untuk pemakzulan tersebut semakin menguat usai serangkaian pernyataan Trump terkait perang AS dengan Iran yang menuai kontroversi luas. Pernyataan-pernyataan ini dianggap tidak koheren dan mengancam stabilitas nasional.
Dalam beberapa hari terakhir, negara ini telah menyaksikan pernyataan dan ledakan emosi Presiden Trump di depan publik yang semakin tidak koheren, mudah berubah, kasar, tidak masuk akal, dan mengancam, tulis anggota DPR AS Jamie Raskin, dikutip dari CNN, Sabtu (11/4/2026).
Raskin, yang merupakan salah satu penggagas desakan ini, menekankan bahwa perilaku Trump menunjukkan tanda-tanda penurunan mental yang serius. Hal ini, menurutnya, dapat berdampak pada kemampuan Trump dalam mengambil keputusan penting untuk negara.
Dampak pada Kepemimpinan Nasional
Para anggota DPR dari Partai Demokrat berargumen bahwa dugaan gejala demensia ini tidak hanya memengaruhi citra Trump, tetapi juga berpotensi mengganggu fungsi kepemimpinan nasional. Mereka khawatir kondisi tersebut dapat menyebabkan kebijakan yang tidak stabil dan berbahaya bagi keamanan AS.
Desakan pemakzulan ini merupakan langkah politik yang signifikan dalam konteks pemerintahan Trump, yang telah menghadapi berbagai tantangan sebelumnya. Proses ini diperkirakan akan memicu debat sengit di Kongres AS dalam waktu dekat.
Selain Raskin, sejumlah anggota Demokrat lainnya juga telah menyuarakan kekhawatiran serupa. Mereka mendesak agar dilakukan evaluasi medis menyeluruh terhadap Trump untuk memastikan kapasitas kepemimpinannya.
Isu ini telah menarik perhatian media internasional, dengan banyak analis memprediksi bahwa desakan pemakzulan bisa memperburuk polarisasi politik di AS. Namun, hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Gedung Putih mengenai tuntutan tersebut.



