Karyawan Didakwa Bakar Gudang Kertas AS, Kerugian Capai Rp 10,2 Triliun
Karyawan Didakwa Bakar Gudang Kertas AS, Rugi Rp 10,2 T

Karyawan Didakwa Atas Pembakaran Gudang Kertas di Amerika Serikat, Kerugian Mencapai Rp 10,2 Triliun

Seorang karyawan bernama Chamel Abdulkarim (29) kini menghadapi dakwaan serius terkait sejumlah tuduhan kejahatan, termasuk pembakaran gudang kertas di Amerika Serikat. Insiden ini terjadi di Ontario, California, sekitar satu jam perjalanan dari Los Angeles, dan menimbulkan kerugian finansial yang sangat besar.

Kronologi Kebakaran yang Menghancurkan

Menurut laporan dari The Guardian pada Jumat (10/4/2026), kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 waktu setempat pada Selasa (7/4/2026) dini hari. Api dengan cepat membesar dan melibatkan sekitar 175 petugas pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan kobaran api yang melahap gudang produk kertas milik perusahaan Kimberly Clark.

Pelaku, yaitu Chamel Abdulkarim, ditangkap tidak lama setelah kejadian berlangsung. Investigasi masih berlanjut untuk menentukan motif di balik tindakan pembakaran ini, yang diduga dilakukan oleh karyawan perusahaan tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Estimasi Kerugian yang Fantastis

Total kerugian akibat kebakaran ini ditaksir melebihi 600 juta dollar AS, yang setara dengan sekitar Rp 10,2 triliun berdasarkan kurs saat ini. Rincian kerugian meliputi:

  • Produk kertas senilai 500 juta dollar AS
  • Nilai bangunan gudang sebesar 150 juta dollar AS

Kerusakan ini tidak hanya berdampak pada aset fisik, tetapi juga mengganggu operasional perusahaan dan berpotensi mempengaruhi pasokan kertas di wilayah tersebut. Insiden ini menyoroti pentingnya keamanan di fasilitas industri dan perlunya pengawasan ketat terhadap karyawan.

Kasus ini kini sedang diproses secara hukum, dengan Chamel Abdulkarim menghadapi tuntutan pidana yang berat. Masyarakat dan pihak berwenang terus memantau perkembangan lebih lanjut untuk memastikan keadilan ditegakkan dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga