Jakarta - Sejumlah elemen mahasiswa kembali turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (15/6/2026) di depan gedung DPR/MPR RI, Jakarta. Mereka membawa dua karangan bunga saat melakukan long march menuju lokasi aksi.
Long March dari Semanggi ke DPR
Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi pukul 15.50 WIB, terlihat mahasiswa dengan almamater berbeda melakukan long march dari arah Semanggi menuju gedung DPR. Mereka berasal dari Universitas Paramadina dan Institut STIAMI.
Massa mahasiswa membawa dua karangan bunga. Karangan bunga pertama bertuliskan 'Selamat Atas Kegagalan Rezim Prabowo dan Gibran' dan karangan kedua bertuliskan 'Selamat Atas Gagalnya Kinerja DPR RI'.
"Setiap hari ada aja berita buruk dari pemerintah kita. Kita sebagai mahasiswa, rakyat kita sudah cukup marah terhadap pemerintah," ujar orator saat berorasi di depan gedung DPR.
Ribuan Personel Dikerahkan
Polda Metro Jaya menyiapkan ribuan personel untuk mengawal kelancaran aksi massa. Total ada 6.675 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Dinas Perhubungan (Dishub). Titik konsentrasi massa dipusatkan di depan gedung DPR/MPR RI, Monas, Bundaran HI, hingga gedung Badan Gizi Nasional (BGN).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
"Polda Metro Jaya telah menyiapkan 6.675 personel gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian aksi penyampaian pendapat. Personel akan ditempatkan di titik-titik strategis guna menjamin keamanan peserta aksi maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi," kata Kombes Budi dalam keterangannya kepada wartawan.
Aksi ini merupakan bentuk protes mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai gagal. Dua karangan bunga yang dibawa menjadi simbol kekecewaan terhadap rezim Prabowo-Gibran dan kinerja DPR.



