Kehadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam kegiatan Safari Ramadhan di Kabupaten Cianjur menciptakan momen yang tak terlupakan dan penuh kehangatan. Acara yang digelar pada Senin, 9 Maret 2026, itu menjadi sorotan ketika perhatian sang gubernur tertuju pada seorang bocah sekolah dasar bernama Muhammad Aska Hasanudin.
Pertemuan Spontan di Atas Panggung
Aska yang tampil sederhana dengan mengenakan celana panjang, kaos, dan kopiah hitam, kemudian diminta naik ke atas panggung untuk berbincang langsung dengan orang nomor satu di Jawa Barat tersebut. Percakapan singkat namun mendalam itu berhasil mengungkap kisah kehidupan Aska yang cukup menyentuh dan menggambarkan realitas sosial di daerah tersebut.
Kisah Hidup di Balik Senyuman
Dalam perbincangan di atas panggung, terungkap bahwa Aska merupakan anak dari seorang sopir angkot. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya di Desa Kademangan, Cibalagung, Kecamatan Mander, Kabupaten Cianjur. Kehidupan keluarganya yang sederhana dan penuh perjuangan menjadi latar belakang pertemuan ini, menunjukkan sisi humanis dari kegiatan safari ramadhan yang biasanya bersifat formal.
Interaksi antara gubernur dan bocah tersebut tidak hanya sekadar basa-basi, tetapi juga mencerminkan perhatian pemimpin terhadap kondisi masyarakat akar rumput. Momen ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial dalam setiap kegiatan pemerintahan, terutama di bulan suci Ramadhan yang penuh dengan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian.
Kejadian ini juga menyoroti bagaimana figur publik seperti Dedi Mulyadi dapat menggunakan platformnya untuk menyentuh langsung kehidupan warga biasa. Pertemuan dengan Aska, sang anak sopir angkot, memberikan warna berbeda pada safari ramadhan tahun ini dan meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang menyaksikannya.
