Bazar Ramadan Pramono di Balai Kota, 3.000 Paket Sembako Murah Ludes Diborong Warga
Bazar Ramadan Pramono: 3.000 Paket Sembako Ludes di Balai Kota

Bazar Ramadan Pramono di Balai Kota, 3.000 Paket Sembako Murah Ludes Diborong Warga

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi membuka Bazar Prime Ramadan Jakarta 2026 di Balai Kota Jakarta pada Senin, 9 Maret 2026. Acara yang berlangsung meriah ini langsung disambut antusias oleh masyarakat, dengan sebanyak 3.000 paket sembako murah yang tersedia ludes diborong warga dalam waktu singkat.

Durasi Dua Hari dan Kolaborasi BUMD

Pramono menjelaskan bahwa bazar Ramadan ini akan digelar selama dua hari, yakni pada tanggal 9 hingga 10 Maret 2026. "Pada hari ini di Balai Kota ada yang namanya Bazar Prime Ramadan Jakarta 2026 yang berlangsung dua hari, tanggal 9 sampai 10 Maret. Tadi saya juga melihat beberapa tenant yang ada," ujar Pramono di lokasi acara.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama strategis antara sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta. Bazar ini melibatkan beberapa BUMD, yakni Food Station Tjipinang Jaya, Perumda Dharma Jaya, dan Perumda Pasar Jaya. Selain itu, untuk memudahkan transaksi, seluruh pembelian di bazar dilakukan secara non-tunai menggunakan sistem QRIS yang didukung penuh oleh Bank Jakarta.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Paket Sembako dengan Diskon Signifikan

Salah satu daya tarik utama bazar ini adalah paket sembako yang dijual dengan harga sangat terjangkau. Pramono mengungkapkan bahwa setiap paket sembako dibanderol seharga Rp 100 ribu, padahal nilai barang di dalamnya sebenarnya mencapai Rp 150 ribu. "Paket yang di sini ada 3.000, sekali lagi harganya Rp 100 ribu tetapi nilainya sebenarnya Rp 150 ribu," tegasnya.

Menurut Gubernur, program ini diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah, untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau selama bulan suci Ramadan. Ia juga sempat berbincang langsung dengan sejumlah warga yang datang ke bazar, mendengarkan keluhan dan aspirasi mereka.

Antusiasme Warga dari Berbagai Wilayah

Yang menarik, banyak warga yang datang dari lokasi yang cukup jauh dari Balai Kota hanya untuk memanfaatkan program bazar Ramadan ini. "Tadi saya tanya dari mana, mereka rata-rata cukup jauh dari Balai Kota ini. Artinya mereka datang secara khusus, pasti naik transportasi umum," ungkap Pramono.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar pengunjung yang datang juga merupakan penerima berbagai bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, seperti penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) maupun program transportasi gratis. Hal ini menunjukkan bahwa bazar benar-benar menyentuh lapisan masyarakat yang membutuhkan.

Ekspansi ke Wilayah Lain dan Momen Personal Gubernur

Ke depan, bazar Ramadan serupa tidak hanya akan digelar di Balai Kota. Pemprov DKI berencana menggelar acara serupa di kantor wali kota hingga wilayah kabupaten. "Nanti akan ada di kantor-kantor wali kota maupun bupati Kepulauan Seribu," tutur Pramono.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga sempat berkeliling melihat berbagai tenant bazar dan bahkan membeli sebuah sarung yang dijual di lokasi. "Saya membeli sarung sengaja. Memang selama ini sarung itulah yang warnanya saya cari, kebetulan ada," katanya sambil tersenyum. Momen ini menunjukkan kedekatan Pramono dengan kegiatan masyarakat sekaligus dukungannya terhadap produk lokal.

Dengan suksesnya pembukaan Bazar Prime Ramadan Jakarta 2026 ini, diharapkan program serupa dapat terus dikembangkan dan diperluas jangkauannya, sehingga lebih banyak lagi masyarakat Jakarta yang terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka, terutama di bulan penuh berkah ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga