Bara JP Tepis Klaim JK, Sebut Kemenangan Jokowi di Pilpres 2014 Murni Faktor Jokowi
Bara JP Tepis Klaim JK Soal Peran di Kemenangan Jokowi

Bara JP Tepis Klaim JK, Sebut Kemenangan Jokowi di Pilpres 2014 Murni Faktor Jokowi

Relawan Bara JP turut mengomentari pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) yang menyatakan bahwa Joko Widodo (Jokowi) bisa menjadi Presiden karena peran dirinya. Dalam respons tegas, Bara JP menekankan bahwa kemenangan di Pilpres 2014 murni disebabkan oleh faktor Jokowi sendiri, bukan karena campur tangan pihak lain.

Pernyataan Ketua Dewan Pengawas Bara JP

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Dewan Pengawas DPP Bara JP, Utje Gustaf. Ia awalnya mengakui peran JK dalam mendorong Jokowi menjadi Gubernur Jakarta pada 2012, namun menegaskan bahwa dukungan JK untuk pencalonan presiden Jokowi baru datang setelah gelombang dukungan massa yang kuat.

"Pak JK salah satu potongan sejarah yang ikut mendorong Pak Jokowi menjadi Gubernur Jakarta 2012. Mengenai dukungan Pak JK untuk pencapresan Pak Jokowi, itu datang setelah gemuruh massa mendukung pencapresan Pak Jokowi," kata Utje saat dihubungi, Senin (20/4/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kritik Terhadap Pernyataan JK di 2014

Utje lantas menyinggung kembali pernyataan JK di 2014 yang kontroversial, di mana JK pernah menyatakan 'hancur negara ini kalau Pak Jokowi jadi presiden?'. Meski demikian, ia tetap berterima kasih atas peran JK yang akhirnya menempatkannya sebagai wakil presiden termurah pasca-Pilpres 2014.

"Tapi apapun itu, kami berterima kasih atas peran Pak JK, dan akhirnya menempatkan Pak JK sebagai wapres termul pascapilpres 2014," ucap dia.

Meragukan Klaim JK Berdasarkan Rekor Pilpres 2009

Namun, Utje mengaku heran dengan pernyataan JK, mengingat JK kalah pada Pilpres 2009. Menurutnya, tidak mungkin seseorang bisa memenangkan orang lain jika dirinya sendiri tidak mampu memenangkan kontestasi pilpres.

"Kalau klaim berperan besar memenangkan Pak Jokowi, saya rasa terbantahkan merujuk Pilpres 2009 dimana Pak JK maju sebagai capres. Pak JK di 2009 maju sebagai capres dan peroleh suaranya nomor 3 dari 3 calon. Kan gak mungkin bisa memenangkan orang lain kalau dirinya sendiri gak bisa memenangkan kontestasi pilpres," tutur dia.

Atas dasar itu, Utje menilai kemenangan Jokowi lebih karena faktor Jokowi sendiri. "Jadi di 2014 pasangan termul Jokowi-JK memenangkan pilpres lebih karena faktor Jokowi," imbuhnya.

Latar Belakang Pernyataan JK

Seperti diketahui, JK mengeluarkan kekesalannya atas tuduhan Rismon Sianipar yang mengatakan dirinya mendanai kasus ijazah Jokowi. JK pun mengingatkan perannya di balik karier Jokowi hingga menjadi Presiden ke-7 RI.

Pernyataan ini disampaikan JK ketika dia ditanya perihal adanya laporan polisi mengenai video ceramahnya tentang 'mati syahid' di UGM. Dalam kesempatan itu, dia sempat mengatakan Jokowi menjadi Presiden ke-7 RI karena dirinya.

"Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya," tegas JK.

Penjelasan Jubir JK

Sementara itu, Jubir JK, Husain Abdullah, menjelaskan alasan JK menyampaikan perannya di balik Jokowi jadi Presiden. Husain menyebut pernyataan JK itu disampaikan lantaran kerap dituding tidak tahu terima kasih kepada Jokowi yang menjadikannya wapres pada 2014 lalu.

"Penjelasan Pak JK yang sempat disampaikan dengan nada tinggi, untuk meyakinkan loyalis Jokowi yang kerap menarasikan JK tidak tahu balas budi padahal sudah diangkat jadi Wapres oleh Jokowi. Tidak punya rasa terima kasih kepada Jokowi. JK tidak juga emosi. Tapi sudah lama JK menahan diri tidak buka-bukaan soal ini," kata Husain saat dihubungi, Minggu (19/4/2026).

Ia mengatakan JK terpaksa mengungkap perannya, khususnya terkait pencalonan Jokowi di Pilgub DKI Jakarta pada 2012 lalu. Ia menyebut JK berperan atas majunya Jokowi di panggung Ibu Kota.

"Akhirnya JK pun terpaksa mengungkapkan perannya, bagaimana dia mengantarkan Jokowi ke Ibu Mega agar dicalonkan jadi Gubernur DKI. JK sadar bahwa kemudian saat kontestasi Pilpres telah berproses, banyak pihak kemudian yang terlibat. Tapi awal mula Jokowi dipromosikan ke Ibu Mega 'manggung' di Ibu Kota sebagai calon Gubernur DKI, tidak lepas dari peran yang dilakonkannya," ucap dia.

Peran Krusial JK dalam Karier Jokowi

Husain menyampaikan nasib Jokowi mungkin akan berbeda jika tidak pernah berkiprah di Jakarta. Menurutnya, Jokowi mendapatkan peluang maju di Pilpres 2014 karena menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

"Jadi yang disampaikan JK adalah ketika langkah awal Jokowi berkiprah di Jakarta yang membuka pintu bagi Jokowi kemudian menjadi Presiden RI. Tanpa ini, kemungkinan nasibnya beda lagi. Sebab sesudah jadi Gubernur, selanjutnya, Jokowi dicalonkan jadi Presiden oleh Ibu Mega," jelasnya.

"Tapi saat itu, Ibu Mega tidak bersedia mengesahkan pencalonan Jokowi kalau bukan JK sebagai wakilnya. Sebab Jokowi dianggap belum berpengalaman sekalipun elektabilitasnya tinggi untuk bersaing dengan Prabowo. Maka jadilah Pak JK sbg Wapres Jokowi," lanjutnya.

Husain menegaskan bukan Jokowi yang menetapkan JK menjadi pasangannya. Dia memastikan itu atas permintaan langsung Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Catatan pentingnya di sini, bukan Jokowi yang menetapkan JK sebagai pasangannya, melainkan langsung atas permintaan Ibu Mega selaku Ketua Umum PDIP kepada JK agar mendampingi Jokowi (yang dianggapnya belum berpengalaman pada saat itu). Sekali lagi, Ibu Mega tidak mau menandatangani pencalonan Jokowi kalau tidak berpasangan dengan M. Jusuf Kalla. Jadi siapa sebenarnya yang berhutang budi? Apalagi sepanjang pemerintahan mendampingi Jokowi, dalam beberapa moment krusial JK kerap pasang badan buat Jokowi," tuturnya.